Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menjalankan agenda besar hilirisasi industri nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memastikan bahwa seluruh skema pembiayaan untuk 18 proyek hilirisasi strategis nasional telah berada dalam kondisi aman dan siap dijalankan mulai tahun 2026.
Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rosan menyampaikan laporan terkini mengenai kesiapan teknis dan keuangan dari proyek-proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa Danantara telah memperoleh kepercayaan penuh dari lembaga pemeringkat nasional dan internasional dengan predikat tertinggi, mencerminkan kekuatan finansial perusahaan dalam menopang proyek hilirisasi jangka panjang.
Menurut Rosan, dukungan keuangan yang kuat menjadi fondasi utama bagi keberhasilan proyek hilirisasi yang meliputi sektor energi, mineral, dan pertanian. Ia menegaskan bahwa Danantara akan menjadi penggerak utama dalam memastikan investasi berjalan tepat sasaran dan memberi nilai tambah bagi ekonomi nasional.
โKami melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi finansial, legalitas, maupun teknologi. Bila proyek sudah memenuhi seluruh aspek tersebut, maka bisa segera dijalankan,โ jelas Rosan setelah rapat bersama Presiden Prabowo, Kamis, 7 November 2025.
Presiden Prabowo dalam arahannya meminta agar proyek-proyek yang telah melalui tahap feasibility study dipercepat pelaksanaannya. Ia menilai hilirisasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.
Sebagai tindak lanjut, Danantara kini tengah melakukan verifikasi akhir terhadap seluruh dokumen pendukung, termasuk kesiapan lahan, mitra teknologi, serta sistem pendanaan jangka panjang.
Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah hilirisasi dimethyl ether (DME), yang bertujuan mengonversi batu bara menjadi gas pengganti LPG. Rosan menekankan pentingnya pemilihan teknologi mutakhir agar proyek DME kali ini tidak mengalami kendala seperti percobaan sebelumnya.
โKami ingin pastikan teknologi yang digunakan adalah yang paling efisien dan modern, agar proyek berjalan berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan,โ ujarnya.
Dengan kesiapan finansial dan koordinasi yang semakin matang, pemerintah optimistis agenda hilirisasi nasional akan menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan industri berbasis sumber daya alam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
