Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat mengikuti rangkaian Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Dok: Istimewa.
Jakarta – Di tengah kemeriahan Karnaval Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membawa pesan sederhana: kegembiraan merayakan kemerdekaan jangan sampai membuat bangsa Indonesia lupa pada saudara yang sedang berduka.
Pesan itu disampaikan Meutya saat mengikuti rangkaian Karnaval Kemerdekaan di Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Ia secara khusus mengajak masyarakat tetap menunjukkan solidaritas kepada warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih menghadapi dampak gempa.
Menurut Meutya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama. Ketika sebagian masyarakat dapat menikmati suasana kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, sebagian lainnya justru tengah berjuang melewati masa sulit akibat bencana.
“Di tengah kita merayakan kemerdekaan, ada saudara-saudara kita di NTT yang sedang berduka dan menghadapi dampak gempa. Kita boleh bergembira, tetapi jangan sampai kemeriahan membuat kita lupa untuk peduli,” ujar Meutya.
Bagi Meutya, semangat kebersamaan yang terlihat dalam karnaval seharusnya tidak berhenti pada panggung perayaan. Keberagaman budaya yang ditampilkan menjadi gambaran Indonesia yang kuat karena mampu berdiri bersama dalam suka maupun duka.
Pesan solidaritas itu juga sejalan dengan tema yang dibawa Kementerian Komunikasi dan Digital dalam karnaval melalui karya “Anyaman Indonesia Digital” dengan tema “Terhubung, Tumbuh, Terjaga” pada mobil karnaval nomor 21.
Konsep tersebut menggambarkan Indonesia yang terus terhubung oleh keberagaman, tumbuh melalui inovasi dan peluang, serta tetap menjaga masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital.
“Anyaman Indonesia Digital menggambarkan Indonesia yang terhubung oleh keberagaman, tumbuh bersama peluang, dan terjaga dalam ruang digital yang aman,” kata Meutya.
Semangat “terhubung” diwujudkan melalui perluasan konektivitas dan pengembangan layanan pemerintah yang semakin terintegrasi. Sementara semangat “tumbuh” diwujudkan melalui pengembangan talenta dan inovasi digital, termasuk Digital Talent Scholarship, literasi digital, serta Garuda Spark Innovation Hub.
Adapun semangat “terjaga” diarahkan untuk memastikan masyarakat tetap aman di ruang digital melalui berbagai program perlindungan, termasuk gerakan jaga anak, implementasi PP Tunas, pemberantasan judi online, serta penanganan berbagai risiko digital.
“Teknologi harus membuka akses dan peluang bagi masyarakat, tetapi juga memastikan mereka tetap aman. Mari gunakan ruang digital untuk belajar, bekerja, berkarya, dan saling menjaga,” ujar Meutya.
Bagi Meutya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai kemanusiaan. Ruang digital yang semakin terhubung seharusnya juga membuat masyarakat semakin mudah berbagi informasi, kepedulian, dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.
Karena itu, pesan untuk NTT menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan yang ia bawa. Di tengah warna-warni karnaval dan semangat perayaan HUT ke-81 RI, Meutya mengingatkan bahwa kemerdekaan juga memiliki wajah kemanusiaan: tidak meninggalkan mereka yang sedang menghadapi bencana.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Terus terhubung, semakin tumbuh, dan selalu terjaga,” kata Meutya.
