Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Ketua Umum DPP HIMPERA Ari Tri Priyono dan jajaran pengurus saat foto bersama di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Jakarta – Pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Dewan Pengurus Pusat (DPP) HIMPERA di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Kamis (1/10/2026), berlangsung dalam suasana hangat.
Setelah berbincang mengenai berbagai persoalan dan perkembangan sektor perumahan, suasana menjadi lebih santai saat sesi foto bersama.
Ketua Umum DPP HIMPERA Ari Tri Priyono tampak duduk di kursi kerja Menteri PKP. Maruarar berdiri di belakang Ari, sementara sejumlah jajaran HIMPERA berdiri di sisi Ketua Umum.
Momen sederhana itu memperlihatkan suasana akrab antara pemerintah dan para pengembang yang sehari-hari berada di lapangan membangun hunian masyarakat.
Namun, di balik suasana santai tersebut, pertemuan itu membawa pembahasan yang cukup serius.
Maruarar mengapresiasi kontribusi HIMPERA sekaligus mendorong organisasi tersebut untuk terus meningkatkan perannya dalam mengejar target 350.000 rumah subsidi.
“Mudah-mudahan tiga bulan ini HIMPERA juga bisa berkontribusi, lebih semangat untuk mencapai kuota 350.000 yang sudah disiapkan oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujar Maruarar.
Ari Bawa Suara Pengembang
Sebagai Ketua Umum HIMPERA, Ari Tri Priyono memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai hal yang dirasakan para pengembang di lapangan.
Mulai dari persoalan perizinan, pertanahan, pembiayaan hingga SLIK OJK menjadi bagian dari pembahasan.
Ari mengatakan, sejumlah persoalan yang sebelumnya menjadi hambatan mulai menemukan jalan keluar melalui komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah.
“Kami merasa dua tahun ini sektor perumahan sudah lebih baik. Banyak persoalan yang selama ini kita hadapi sudah mulai ada solusinya,” kata Ari.
Bagi Ari, komunikasi langsung dengan pemerintah menjadi penting. Sebab, tidak semua persoalan perumahan berada dalam kewenangan Kementerian PKP dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Karena itu, HIMPERA ingin terus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya menyampaikan persoalan.
Lebih dari 22 Ribu Rumah Telah Direalisasikan
Dalam pertemuan tersebut, HIMPERA menyampaikan target pembangunan sebanyak 47.000 unit rumah.
Hingga saat ini, realisasinya telah mencapai lebih dari 22.000 unit atau sekitar 47,17 persen.
Maruarar kemudian mendorong HIMPERA untuk menjaga semangat tersebut hingga akhir tahun.
Ia juga mengingatkan para pengembang agar tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi tetap memperhatikan kualitas dan tanggung jawab kepada masyarakat yang akan menempati rumah tersebut.
Bagi Maruarar, pengembang mempunyai posisi penting karena pembangunan rumah juga menggerakkan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan dan menciptakan aktivitas usaha di berbagai daerah.
Delapan Tahun HIMPERA, Siapkan Langkah Berikutnya
Di hadapan Maruarar, Ari juga menyampaikan agenda besar HIMPERA yang akan digelar pada 8–11 Oktober 2026, yakni Rakernas, HIMPERA Leadership Camp dan Milad ke-8.
Ari berharap momentum tersebut dapat menjadi ruang bagi para anggota HIMPERA untuk memperkuat kebersamaan, bertukar pengalaman dan menyusun langkah organisasi ke depan.
Ia juga mengundang Menteri PKP dan jajaran untuk hadir serta memberikan arahan kepada para pengembang HIMPERA.
Pertemuan sore hingga malam itu akhirnya ditutup dengan suasana penuh keakraban. Dari pembicaraan serius soal rumah subsidi hingga foto bersama, pertemuan Maruarar dan Ari menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah dan pengembang tidak hanya berlangsung dalam forum resmi, tetapi juga melalui dialog yang terbuka dan dekat.
Bagi HIMPERA, kebersamaan tersebut menjadi bagian dari semangat untuk terus berkontribusi dalam menyediakan rumah bagi masyarakat sekaligus mendukung target pembangunan perumahan nasional.
