Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima kunjungan puluhan mahasiswa National University of Singapore (NUS) dalam program pembelajaran kebencanaan di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Kunjungan ini menjadi momentum pertukaran pengetahuan sekaligus memperlihatkan peran strategis Indonesia dalam pengelolaan risiko bencana di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak 22 mahasiswa bersama tiga fasilitator dari King Edward VII Hall NUS mendapatkan pemaparan langsung mengenai strategi penanggulangan bencana nasional dari Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati.
Dalam paparannya, Raditya Jati menjelaskan bahwa Indonesia menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, hingga meningkatnya ancaman geologi dan hidrometeorologi.
“Bencana terjadi ketika ancaman alam bertemu dengan kerentanan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian integral dari pembangunan nasional maupun daerah,” ujar Raditya.
Menurutnya, BNPB kini terus mendorong transformasi paradigma penanggulangan bencana dari pendekatan responsif menuju preventif melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan investasi pengurangan risiko bencana.
Mahasiswa NUS juga diperkenalkan pada berbagai instrumen strategis nasional seperti Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020–2044, platform InaRISK, hingga sistem monitoring kebijakan berbasis data yang dikembangkan BNPB.
Tak hanya menerima materi di ruang pertemuan, para mahasiswa juga diajak mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB untuk melihat langsung mekanisme pemantauan dan koordinasi penanganan bencana di Indonesia.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Diorama Edukasi Kebencanaan BNPB yang menjadi sarana sosialisasi dan pembelajaran mitigasi bagi masyarakat.
Perwakilan King Edward VII Hall, Shawn Ming Yang Lee, mengatakan kunjungan ini bertujuan memahami tata kelola dan tantangan penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya dalam membangun ketangguhan bencana tingkat nasional maupun regional ASEAN.
