Dok: Bimas Buddha.
Jakarta – Semangat kebangsaan digaungkan di tengah generasi muda melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Direktorat Jenderal Bimas Buddha bersama Universitas Buddhi Dharma. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Vipassi itu menjadi ajang penguatan nilai persatuan di tengah tantangan keberagaman dan perubahan zaman.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa mahasiswa saat ini akan menjadi generasi yang memegang peran penting saat Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan dinilai bukan sekadar teori, melainkan fondasi dalam menjaga masa depan bangsa.
“Pada 2045 nanti, mahasiswa hari ini akan menjadi agen perubahan yang menentukan arah kemajuan Indonesia,” ujar Ahmad Muzani dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya diskusi, membaca, dan keterbukaan berpikir di kalangan mahasiswa. Menurutnya, ruang dialog menjadi cara terbaik untuk menguji gagasan sekaligus memperkuat sikap toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Sementara itu, Rektor Universitas Buddhi Dharma, Dr. Limajatini, menilai keberagaman Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan bersama. Ia menegaskan kampus memiliki tanggung jawab membangun karakter mahasiswa yang menjunjung persatuan, gotong royong, dan saling menghormati.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Universitas Buddhi Dharma sebagai Kampus Empat Pilar Kebangsaan. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen kampus dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Kegiatan dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, Tenaga Ahli Menteri Agama Jojon Novandri, serta berbagai unsur organisasi keagamaan, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah.
Melalui dialog kebangsaan yang berlangsung interaktif, para peserta diajak memperkuat komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pondasi menjaga persatuan bangsa di era modern.
