Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Dampak bencana tanah longsor di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih dirasakan warga, khususnya di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kehadiran negara dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat terdampak bencana tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan hal itu saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana tanah longsor di Desa Tempur, Jumat (16/1). Dalam arahannya, Suharyanto menekankan bahwa prioritas utama penanganan bencana adalah keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak.
โKhusus di titik ini dulu, yang pertama dan harus ditangani secara maksimal adalah manusianya, orangnya,โ tegas Suharyanto di hadapan para pemangku kepentingan daerah.
Ia menyebutkan, meskipun terdapat 13 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan, pemerintah daerah dapat segera memfasilitasi relokasi warga. BNPB siap membantu pembangunan rumah, sementara pemerintah daerah menyiapkan lokasi relokasi.
โJangan berpikir BNPB itu harus membangun banyak. Satu atau dua rumah juga tidak apa-apa. Yang penting masyarakatnya aman,โ ujarnya.
Selain penanganan hunian, Suharyanto juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, kebutuhan warga terdampak tidak hanya sebatas makan dan minum, tetapi juga kebutuhan lanjutan seperti pakaian, obat-obatan, selimut, hingga perlengkapan pencegah penyakit dan cuaca dingin.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB turut menyampaikan pesan langsung Presiden RI Prabowo Subianto kepada masyarakat Jepara. Kehadiran BNPB di wilayah terdampak merupakan perintah langsung Presiden sebagai bentuk empati dan perhatian pemerintah pusat.
โSaya diperintahkan langsung Bapak Presiden untuk datang ke Jepara. Beliau menyampaikan belasungkawa dan duka cita kepada seluruh masyarakat Jepara yang terdampak bencana,โ kata Suharyanto.
