Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kanan), Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (tengah), dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti (kiri) menyaksikan bersama laga Final Piala Dunia 2026 bersama warga. Dok: HF.
Jakarta – Kekalahan tim favorit di Final Piala Dunia 2026 tak menyurutkan semangat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Di tengah kemeriahan nonton bareng (nobar) final Argentina melawan Spanyol bersama warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Minggu (19/7) malam hingga Senin (20/7) dini hari, Maruarar justru menegaskan bahwa “kemenangan” yang sesungguhnya adalah menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia.
Suasana penuh kegembiraan mewarnai acara nobar yang turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jajaran pejabat Kementerian PKP, serta ratusan warga Menteng Tenggulun.
Meski Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol di partai puncak, Maruarar mengaku hasil pertandingan tidak mengurangi semangatnya untuk terus menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya pikir hari ini, walaupun jagoan saya kalah, jagoan Pak Mendagri kalah, dan jagoan Ibu Kepala BPS juga kalah, tapi kita gembira, semuanya berjalan lancar,” ujar Maruarar.
Baginya, nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melihat langsung perubahan yang terjadi di kawasan Menteng Tenggulun, salah satu lokasi percontohan Program Bedah Rumah yang kini mulai menunjukkan wajah baru.
Maruarar menjelaskan, makanan dan minuman yang disediakan selama kegiatan berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Menariknya, sebagian pelaku UMKM tersebut merupakan penerima manfaat Program Bedah Rumah yang juga memperoleh dukungan pembiayaan usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa program pemerintah tidak hanya berfokus pada renovasi rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Rumahnya diperbaiki, UMKM-nya juga berkembang. Sekarang masyarakat bisa melihat sendiri perubahan yang terjadi. Jalan lebih tertata, saluran air diperbaiki, lingkungannya semakin nyaman, dan pelaku usaha mulai merasakan peningkatan omzet. Karena itu program ini akan terus kita kebut,” katanya.
Menteng Tenggulun menjadi salah satu kawasan percontohan nasional melalui program Kampung Gotong Royong, sebuah konsep penataan kawasan permukiman yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Program tersebut tidak hanya memperbaiki rumah-rumah warga, tetapi juga menata lingkungan secara menyeluruh melalui pembangunan boulevard sepanjang sekitar 300 meter, ruang komunal, taman bermain, ruang terbuka hijau, area parkir, toilet bersama, hingga jembatan penyeberangan yang meningkatkan konektivitas kawasan.
Maruarar mengungkapkan, keberhasilan penataan kawasan itu lahir dari semangat gotong royong yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, TNI Angkatan Laut, sektor perbankan, perusahaan swasta, hingga sekitar 50 arsitek yang secara sukarela menyumbangkan tenaga dan keahliannya untuk merancang hunian yang lebih layak bagi masyarakat.
“Tempat ini kita bangun bersama-sama selama empat bulan. Banyak pihak yang terlibat secara sukarela karena memiliki semangat yang sama, yakni menghadirkan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah sendiri menargetkan perbaikan 400.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh Indonesia sepanjang 2026 melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Program Bedah Rumah. Khusus di DKI Jakarta, jumlah rumah yang akan diperbaiki mencapai 10.300 unit, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya belum mencapai 200 unit.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Kementerian PKP memperkuat sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik. Dukungan pemerintah daerah, penyederhanaan regulasi, serta pemanfaatan data BPS diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah euforia kemenangan Spanyol yang sukses menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu, Maruarar menegaskan bahwa target pemerintah tetap tidak berubah. Bagi dirinya, kemenangan terbesar adalah ketika semakin banyak keluarga Indonesia dapat tinggal di rumah yang layak, aman, dan sehat, sekaligus menikmati lingkungan permukiman yang lebih tertata dan produktif.
