Direktur Jenderal Tata Ruang ATR/BPN, Suyus Windayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Mengawali Tahun Anggaran 2026, Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana, membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Direktorat Jenderal Tata Ruang yang digelar di Ruang Rapat Prambanan, Senin (26/1/2026).
Dalam arahannya, Dirjen Suyus menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian program tahun 2025 sebagai dasar penyusunan langkah strategis di tahun 2026.
Ia secara langsung mendengarkan laporan realisasi program dari para Pejabat Eselon II sekaligus memberikan pandangan, masukan, dan evaluasi atas pelaksanaan program yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan.
Suyus Windayana menyoroti isu kebencanaan sebagai salah satu tantangan utama dalam penyelenggaraan penataan ruang. Menurutnya, kejadian banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius dalam perencanaan tata ruang ke depan.
“Kita harus mulai menghitung dampak perubahan iklim agar tata ruang yang kita susun mampu melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap bencana,” ujar Dirjen Suyus.
Ia menekankan bahwa dokumen tata ruang tidak boleh lagi bersifat administratif semata, melainkan harus menjadi instrumen yang mampu melindungi masyarakat dari risiko bencana, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Rapat Pimpinan tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Reny Windyawati, para Direktur di lingkungan Ditjen Tata Ruang, serta Pejabat Eselon III. Kehadiran para pimpinan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan keselarasan program dalam mengawali tahun anggaran yang baru.
