Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),Emanuel Melkiades Laka Lena. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gerakan menabung di kalangan pelajar Nusa Tenggara Timur (NTT) akan diperluas melalui pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao dan melibatkan 22 kabupaten/kota secara hybrid.
Program tersebut menargetkan sekitar 200.000 pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Persiapan kegiatan dibahas Gubernur NTT saat menerima audiensi Ketua OJK NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata dan Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto, bersama jajaran OJK NTT dan Bank NTT.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, gerakan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas akses pelajar terhadap layanan perbankan, tetapi juga menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah.
Gubernur NTT mengingatkan agar Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Setelah kegiatan berlangsung, harus ada tindak lanjut agar kebiasaan menabung benar-benar tumbuh dan dilakukan secara konsisten oleh para pelajar.
“Jangan berhenti sebagai seremoni. Harus di-follow up agar anak-anak kita memiliki kebiasaan menabung sejak dini,” tegas Gubernur NTT.
Menurutnya, membangun budaya menabung sejak dini memiliki makna yang lebih luas. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda NTT.
“Yang kita bangun bukan sekadar rekening, tapi kebiasaan dan karakter generasi muda NTT,” ujarnya.
Dengan target 200.000 pelajar, Hari Indonesia Menabung 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya menabung di lingkungan pendidikan. Pelibatan 22 kabupaten/kota juga membuka ruang agar gerakan tersebut menjangkau pelajar secara lebih luas di seluruh NTT.
Pelaksanaan yang dipusatkan di Rote Ndao dan digelar secara hybrid memungkinkan kegiatan terhubung dengan berbagai daerah. Kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT, OJK NTT, dan Bank NTT menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan agenda tersebut dapat berjalan sesuai tujuan.
Lebih dari sekadar pencapaian jumlah peserta, keberhasilan gerakan ini akan ditentukan oleh keberlanjutan kebiasaan menabung setelah kegiatan selesai.
Karena itu, Hari Indonesia Menabung 2026 diharapkan menjadi titik awal bagi tumbuhnya budaya menabung yang dimulai dari bangku sekolah dan berkembang menjadi kebiasaan generasi muda NTT.
