Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali membuka ruang pendanaan untuk mendukung berbagai sektor yang memiliki manfaat sosial bagi masyarakat. Kali ini, BTN menyiapkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 dengan nilai pokok sebesar Rp2 triliun.
Penerbitan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN dengan target penghimpunan dana hingga Rp10 triliun. Sebelumnya, BTN telah menerbitkan tahap pertama pada 2025 dengan nilai Rp300 miliar.
Melalui penerbitan tahap II ini, dana yang dihimpun tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan pendanaan perusahaan, tetapi secara khusus dapat digunakan untuk membiayai maupun membiayai kembali proyek-proyek sosial yang memenuhi kriteria.
Salah satu fokusnya adalah penyediaan layanan infrastruktur dasar yang terjangkau, termasuk pengembangan perumahan terjangkau. Dana juga dapat dialokasikan untuk penciptaan lapangan kerja serta program yang ditujukan untuk mencegah dan mengurangi pengangguran.
Di sektor produktif, BTN juga membuka ruang pemanfaatan dana untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah serta pembiayaan mikro.
Dengan demikian, penerbitan obligasi sosial ini memiliki keterkaitan dengan peran BTN dalam mendukung akses masyarakat terhadap hunian sekaligus memperluas pembiayaan bagi pelaku usaha.
Dua Seri, Kupon hingga 7,25%
BTN menawarkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 dalam dua seri.
Seri A memiliki nilai pokok Rp950 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,05% per tahun. Obligasi ini memiliki tenor 370 hari kalender sejak tanggal emisi.
Sementara itu, Seri B memiliki nilai pokok Rp1,05 triliun dengan tingkat bunga tetap 7,25% per tahun dan tenor tiga tahun sejak tanggal emisi.
Pembayaran bunga untuk kedua seri dilakukan setiap tiga bulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 6 Januari 2027.
Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026. Selanjutnya, tanggal penjatahan ditetapkan pada 2 Oktober 2026, sedangkan distribusi obligasi secara elektronik dijadwalkan pada 6 Oktober 2026.
Obligasi tersebut selanjutnya direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 7 Oktober 2026.
Mayoritas untuk Pembiayaan Baru
BTN menetapkan porsi pembiayaan baru atau new financing sekitar 80%-100% dari total dana hasil penerbitan. Adapun porsi refinancing dibatasi maksimal 20%.
Perseroan menargetkan seluruh dana dapat dialokasikan dalam waktu dua tahun sejak tanggal penerbitan. Dana hasil penerbitan akan ditempatkan pada rekening khusus dan disalurkan kepada proyek sosial yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023.
Untuk memastikan penggunaan dana tetap terpantau, BTN juga berkewajiban menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana secara berkala setiap enam bulan hingga seluruh dana hasil penawaran umum direalisasikan.
Dari sisi pemeringkatan, Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2026 memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan periode pemeringkatan 4 September 2026 hingga 1 September 2027.
Penerbitan obligasi ini menjadi salah satu langkah BTN dalam mengembangkan instrumen pendanaan yang memiliki orientasi sosial. Bagi BTN, skema tersebut sekaligus membuka peluang untuk menghubungkan kebutuhan pendanaan dengan sektor-sektor yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari hunian terjangkau hingga pembiayaan usaha.
Di sisi lain, calon investor tetap perlu memperhatikan informasi lengkap mengenai karakteristik obligasi, tingkat bunga, tenor, serta berbagai risiko sebelum melakukan pemesanan investasi.
