Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. Dok: Istimewa.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) memperluas pengembangan bisnis perbankan di Bali melalui kolaborasi dengan Bali Tourism Board (BTB). Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat layanan transaksi digital, memperluas akses perbankan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang terhubung dengan industri pariwisata.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Sanur, Bali, Jumat (9/10/2026). BTN menjalin kerja sama dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) dan BTB untuk menjajaki pengembangan layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, akomodasi, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi tersebut membuka peluang bagi BTN untuk memperluas layanan keuangan melalui pendekatan bisnis berbasis ekosistem.
“BTN ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai strategic ecosystem partner,” ujar Nixon dalam keterangan pers yang dikutip Sabtu (10/10/2026).
Menurut Nixon, BTN terus memperkuat layanan transaksi digital melalui balé by BTN sekaligus mengembangkan pembiayaan perumahan sebagai salah satu kompetensi utama perseroan. Melalui pendekatan tersebut, BTN ingin menjangkau kebutuhan pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang terlibat dalam berbagai aktivitas ekonomi.
Kerja sama dengan BTB dan MKP mencakup penjajakan digitalisasi pembayaran Pungutan Wisatawan Asing (PWA), serta pengembangan aplikasi digital bagi ekosistem koperasi BTB. Layanan yang dijajaki meliputi fasilitas pembayaran dan promosi destinasi wisata untuk mendukung aktivitas pelaku industri pariwisata.
Kolaborasi tersebut juga berpotensi memperluas jangkauan layanan perbankan BTN kepada pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam sembilan asosiasi di Bali. Pengembangan ekosistem digital diharapkan dapat membantu mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.
Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai pengembangan pariwisata perlu memperhatikan lebih dari sekadar jumlah kunjungan wisatawan, termasuk kualitas pengalaman, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak bisa melihat hanya dari jumlah kunjungan lagi, tetapi juga dari kualitas pengalaman wisatawan, peningkatan nilai ekonomi, pelestarian budaya dan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Peluang pengembangan tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,78 persen secara tahunan pada kuartal II/2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen. Pada periode yang sama, sektor akomodasi dan makan minum berkontribusi sebesar 21,91 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Bali.
Selain dengan BTB, BTN juga menjalin kerja sama bersama MKP dan Perumda Pasar Argha Nayottama Kabupaten Buleleng untuk mengembangkan digitalisasi transaksi pasar rakyat, dimulai dari Pasar Banyuasri. Sementara itu, kolaborasi dengan Desa Wisata Penglipuran diarahkan pada pengembangan layanan perbankan, pemberdayaan masyarakat, dan inisiatif keberlanjutan.
Rangkaian kerja sama ini menjadi bagian dari langkah BTN memperluas layanan perbankan ke berbagai sektor produktif. Dengan menghubungkan layanan digital, transaksi keuangan, dan kebutuhan pelaku usaha, BTN berupaya mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem pariwisata yang memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian lokal.
