Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto memimpin rapat koordinasi teknis penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dengan mengoptimalkan operasi satgas darat dan udara. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang dipimpin Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di ruang rapat Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi, Rabu (2/9).
Penguatan dilakukan menyusul masih adanya titik api di sejumlah wilayah Jambi. BNPB menilai satgas darat menjadi kekuatan utama dalam pemadaman karena efektivitas personel di lapangan dalam memadamkan sekaligus melakukan pendinginan area terbakar.
Saat ini, sebanyak 5.984 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan hingga masyarakat terlibat dalam operasi pemadaman dan pendinginan.
“Berdasarkan analisa operasi-operasi yang telah dilaksanakan, satgas darat ini memang cara paling efektif dalam pemadaman. Sehingga penguatan satgas darat perlu dilakukan untuk mendukung operasi pemadaman,” ujar Suharyanto.
Untuk mendukung kinerja personel, BNPB juga menyiapkan dukungan keuangan berupa uang semangat bagi petugas gabungan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
Di sisi lain, penguatan operasi udara dilakukan dengan mengerahkan dua helikopter patroli dan empat helikopter water bombing. BNPB juga tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan potensi hujan dan membantu memperbaiki kualitas udara.
Suharyanto meminta pelaksanaan OMC tetap dilakukan meski potensi pertumbuhan awan hujan relatif kecil. Sementara pengerahan helikopter water bombing diminta dimaksimalkan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Hingga Selasa (1/9), luas lahan yang terbakar di Jambi tercatat mencapai 1.776,56 hektare. Penanganan saat ini difokuskan pada tujuh titik api dengan total luas 13 hektare. Sebanyak lima hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan delapan hektare lainnya masih dalam proses pemadaman.
BNPB juga menyalurkan dukungan logistik dan peralatan kepada sejumlah daerah terdampak, antara lain Kabupaten Muaro Jambi, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, Batanghari, serta BPBD Provinsi Jambi.
Usai rapat, Kepala BNPB bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Jambi Al Haris dan pejabat terkait melanjutkan pemantauan melalui patroli udara menggunakan pesawat Cessna Caravan.
Dari pemantauan tersebut, tim menemukan satu titik yang diduga merupakan kebakaran baru di wilayah Lubuk Puso, Kabupaten Batanghari. Menurut Suharyanto, patroli udara dilakukan untuk mengonfirmasi titik panas yang terdeteksi melalui SiPongi sekaligus memantau perkembangan luas karhutla secara berkala.
“Mudah-mudahan yang 8 hektar hari ini dipadamkan ini betul-betul padam dan tidak ada lagi titik api,” kata Suharyanto.
