Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho. Dok: Istimewa.
Jakarta – Capaian penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus menunjukkan tren positif. Hingga awal November 2025, realisasi telah menembus 220.251 unit rumah, atau 62,93 persen dari target tahunan sebesar 350 ribu unit. Capaian ini menjadi salah satu progres tercepat selama tiga tahun terakhir, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menyebut capaian tersebut sebagai bukti konkret sinergi seluruh ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
โDengan dukungan yang kuat dari perbankan, asosiasi pengembang, dan pemerintah daerah, target 350 ribu unit tahun ini bukan hanya realistis, tapi sangat mungkin tercapai,โ ujar Heru dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (10/11).
Penyaluran Rp27,34 Triliun, Libatkan 7.684 Pengembang di 33 Provinsi Total realisasi FLPP tahun berjalan senilai Rp27,34 triliun telah disalurkan melalui 39 bank penyalur, yang bekerja sama dengan 22 asosiasi perumahan dan 7.684 pengembang.
Pembangunan rumah tersebar di 33 provinsi dan 398 kabupaten/kota, mencakup berbagai wilayah strategis โ dari Sumatera hingga Papua.
Baca juga: Mensesneg: Gelar Pahlawan untuk Marsinah Bentuk Penghormatan, Bukan Terkait Kasus Hukum
Heru menjelaskan, distribusi program FLPP diarahkan agar menjangkau kawasan dengan kebutuhan hunian tinggi, termasuk daerah urban, suburban, dan kawasan industri baru. โKami pastikan tidak hanya kuantitas rumah yang meningkat, tetapi juga pemerataan pembangunan perumahan di seluruh Indonesia,โ jelasnya.
Bagian dari Program Nasional 3 Juta Rumah
Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa penyaluran FLPP menjadi bagian integral dari Program 3 Juta Rumah Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan untuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi MBR, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor properti.
โMomentum positif ini menunjukkan kontribusi nyata BP Tapera dalam mendukung target besar pemerintah mewujudkan perumahan yang adil, layak, dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,โ tegasnya.
Percepatan Melalui Digitalisasi dan Kolaborasi
Selain memperkuat penyaluran pembiayaan, BP Tapera kini fokus mempercepat proses akad dan penyelesaian rumah melalui sistem digital SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan).
Saat ini, terdapat lebih dari 45 ribu unit rumah yang sedang dalam proses pembangunan, pra-akad, hingga siap akad. Kolaborasi erat dengan bank penyalur diharapkan mampu mempercepat realisasi di sisa waktu tahun ini.
โPercepatan di kuartal akhir 2025 menjadi katalis penting untuk mencapai target 350 ribu rumah. Gotong royong dan kolaborasi seluruh pihak adalah kunci keberhasilan kita bersama,โ tutup Heru.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi
Pemerintah melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan turut memberikan dukungan penuh terhadap skema FLPP. Selain membantu MBR memperoleh hunian pertama, program ini juga memberikan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja, industri bahan bangunan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan berbagai langkah percepatan dan digitalisasi sistem pembiayaan, BP Tapera optimistis realisasi tahun 2025 akan melampaui target, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Layak Huni dan Berkeadilan Sosial.
