Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penyelesaian proyek Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Proyek strategis ini diharapkan berkontribusi pada ketahanan pangan, energi, sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya.
“Progres bendungan saat ini sudah mencapai 89 persen. Kita targetkan tahun depan selesai. Saya minta kementerian terkait, balai sungai, dan pemerintah daerah untuk terus mengawal proyek ini karena manfaatnya sangat besar untuk ketahanan pangan, energi, dan pengurangan banjir,” ujar Gibran melalui rekaman suara, Sabtu, di Jakarta.
Selain Bendungan Jragung, Wapres Gibran sebelumnya juga meninjau pembangunan kolam retensi Terboyo di Kota Semarang, yang menjadi bagian dari proyek Giant Sea Wall. Ia menilai progres pembangunan cukup baik, meski pengaktifan mesin pompa masih perlu perhatian lebih.
“Pekan lalu kita cek kolam retensi dan beberapa mesin pompa. Progresnya sudah bagus, tapi pengoperasian pompa harus dipastikan maksimal,” jelas Gibran.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Sudarto, menyampaikan proyek Bendungan Jragung yang menghabiskan anggaran Rp3,09 triliun ditargetkan rampung pada November 2026. Bendungan ini mampu menampung sekitar 90 juta meter kubik air dengan luas genangan 52 hektare.
Sudarto menambahkan, bendungan ini akan mendukung ketahanan pangan dengan mengairi lahan irigasi seluas 4.500 hektare dan menambah luas tanam sekitar 475 hektare. Selain itu, Bendungan Jragung juga akan menyediakan pasokan air baku untuk tiga daerah, yakni Semarang, Demak, dan Grobogan.
“Ini proyek strategis untuk mendukung kebutuhan air dan pangan masyarakat sekaligus menjaga kota-kota di sekitarnya dari banjir,” pungkas Sudarto.
