Jakarta – Politisi senior Yasonna H. Laoly menghadiri malam penganugerahan Lifetime Achievement Award Katadata 2026 yang memberikan penghormatan kepada tiga tokoh bangsa, yakni Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan pendiri Grup Astra William Soeryadjaya.
Acara yang berlangsung di Jakarta pada Senin (26/10/2026) tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian dan kontribusi ketiga tokoh dalam membangun Indonesia. Penghargaan ini sekaligus mengangkat kembali nilai-nilai keteladanan yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kehadiran Yasonna menjadi bagian dari pertemuan sejumlah tokoh nasional lintas generasi. Di tengah suasana kebangsaan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, penghormatan kepada ketiga tokoh tersebut menghadirkan refleksi tentang pentingnya demokrasi, kemanusiaan, persatuan, dan kerja keras.
Tiga Tokoh, Warisan Berbeda
Ketiga penerima Lifetime Achievement Award memiliki perjalanan pengabdian dengan karakter dan kontribusi masing-masing.
B.J. Habibie dikenang melalui kiprahnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri strategis nasional. Selain dikenal sebagai tokoh teknologi, Habibie juga memiliki peran penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia pada masa reformasi. Penghargaan tersebut diwakili oleh putranya, Ilham Akbar Habibie.
Sementara itu, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendapat penghormatan atas perjuangannya dalam memperjuangkan kemanusiaan, toleransi, dan kebinekaan. Pemikirannya mengenai kesetaraan serta penghormatan terhadap perbedaan menjadi bagian penting dari perjalanan demokrasi Indonesia. Penghargaan diterima oleh Sinta Nuriyah Wahid bersama Yenny Wahid.
Adapun William Soeryadjaya dikenang atas kontribusinya dalam membangun dunia usaha dan industri nasional melalui Grup Astra. Ketekunan, kerja keras, dan semangat kewirausahaan menjadi bagian dari warisan yang ditinggalkannya. Penghargaan tersebut diwakili oleh Edwin Soeryadjaya.
Refleksi Nilai Kebangsaan
Dalam rangkaian acara tersebut, cendekiawan Sukidi menyampaikan refleksi mengenai karakter dan keteladanan ketiga tokoh. Mereka dipandang memiliki kontribusi yang melampaui bidang masing-masing dan meninggalkan nilai penting bagi generasi penerus bangsa.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Co-Founder dan CEO Katadata, Metta Dharmasaputra.
Momentum ini terasa semakin relevan karena berlangsung menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa kembali menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun melalui keberagaman dan komitmen bersama.
Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya memperlihatkan bahwa pengabdian kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui berbagai jalan. Pengembangan ilmu pengetahuan, perjuangan kemanusiaan, serta pembangunan ekonomi merupakan kontribusi yang saling melengkapi dalam perjalanan bangsa.
Silaturahmi Tokoh Nasional
Malam penganugerahan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat pemerintah, serta kalangan dunia usaha. Di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan sejumlah tokoh yang pernah menduduki posisi penting dalam pemerintahan.
Yasonna juga bertemu dengan sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan rekan di lingkungan pemerintahan seperti Teten Masduki dan Sandiaga Uno.
Pertemuan tersebut menghadirkan suasana silaturahmi lintas generasi sekaligus menjadi ruang untuk mengenang perjalanan pengabdian para tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Melalui penganugerahan ini, Katadata tidak hanya memberikan penghormatan kepada tiga tokoh bangsa, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai yang mereka wariskan.
Menjelang Hari Sumpah Pemuda, pesan yang mengemuka adalah bahwa persatuan membutuhkan komitmen nyata. Demokrasi harus dirawat, kemanusiaan dijunjung tinggi, dan semangat kerja keras terus dikembangkan demi masa depan Indonesia.
