Jakarta – Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan PT PLN (Persero). Melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PLN berhasil mengalirkan gas bumi dari Natuna ke Batam dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) melalui jaringan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) Pemping pada Selasa (27/10/2026).
Keberhasilan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam sekaligus membuka akses lebih luas terhadap pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri.
Momentum tersebut juga terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81. Bagi PLN, tersambungnya jalur pasokan gas Natuna ke Batam menjadi bagian dari upaya membangun sistem energi yang lebih terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar, mengatakan penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber energi primer merupakan bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.
“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir,” ujar Suroso.
Menurutnya, optimalisasi sumber daya energi domestik perlu ditopang infrastruktur yang terintegrasi agar potensi nasional dapat dimanfaatkan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan perekonomian.
Jalur Strategis Natuna–Batam
Pipa WNTS–Pemping menjadi infrastruktur penting yang menghubungkan jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau.
Memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci, pipa tersebut dirancang memiliki kapasitas penyaluran hingga 300 MMSCFD. Infrastruktur ini membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.
Plh. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa keberhasilan pengaliran gas tersebut merupakan tindak lanjut penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur WNTS–Pemping.
Ia menyebut keberhasilan tersebut sebagai momentum penting bagi PLN EPI dalam memperkuat akses pasokan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah,” kata Rakhmad.
Menjaga Pasokan Jangka Panjang
Tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, konektivitas WNTS–Pemping juga diproyeksikan memperkuat kepastian pasokan gas untuk kebutuhan energi Batam dalam jangka panjang.
Rakhmad menjelaskan, dalam waktu dekat, penyaluran gas melalui jalur tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pembangkit PLN Batam selama pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 3 November 2026.
Sementara untuk jangka panjang, infrastruktur ini akan memperkuat akses pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan gas tersebut direncanakan mulai berproduksi dan menyalurkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.
Menurut Rakhmad, keberadaan jalur alternatif memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan energi primer sekaligus mendukung kontinuitas operasional pembangkit listrik di Batam.
Konektivitas tersebut juga membuka peluang pemanfaatan sumber-sumber gas baru di kawasan Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Dukungan Regulasi dan Kolaborasi
Di sisi operasional, PLN EPI telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang berlaku hingga 17 Oktober 2046.
Selain itu, PLN EPI juga telah mendapatkan Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026. Pemenuhan perizinan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pengoperasian infrastruktur sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan bahwa keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam merupakan hasil kolaborasi PLN Group bersama pemerintah, mitra kerja, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur.
Ia mengapresiasi dukungan Kementerian ESDM, BPH Migas, seluruh entitas PLN Group, mitra kerja, serta tim pelaksana yang telah berkontribusi hingga gas berhasil dialirkan.
Ke depan, PLN EPI berkomitmen menjaga keandalan infrastruktur agar penyaluran gas dapat berlangsung aman dan optimal.
Keberhasilan menghubungkan gas Natuna dengan Batam menjadi bagian dari langkah PLN memperkuat fondasi energi nasional. Lebih dari sekadar pembangunan jaringan pipa, konektivitas ini membuka jalan bagi pemanfaatan potensi gas bumi dalam negeri untuk menopang kebutuhan listrik, mendukung aktivitas dunia usaha, serta menjaga pertumbuhan ekonomi.
Melalui penguatan infrastruktur dari hulu hingga hilir, PLN terus mendorong terwujudnya pasokan energi yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia.
