Petugas PLN memasang transformator pada pemban.
Jakarta – PT PLN (Persero) memperkuat keandalan pasokan listrik di Sulawesi melalui penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 50 megawatt (MW) di Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Langkah ini menjadi upaya strategis PLN untuk menjaga kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi di tengah kemarau berkepanjangan yang berdampak pada produksi sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Penguatan pasokan tersebut dilakukan melalui kolaborasi PLN bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Sigi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat, mendukung kegiatan usaha, serta memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengapresiasi langkah PLN dalam mempercepat penambahan kapasitas pembangkit. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijaga ketersediaannya karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan perkembangan ekonomi daerah.
“Listrik ini kebutuhan primer dan masyarakat sangat membutuhkan. Jadi kami kolaborasi dengan PLN untuk mempercepat tambahan pasokan listrik. Dan ini luar biasa, PLN bisa realisasikan tambahan pembangkit di Sulteng. Kami sangat apresiasi PLN, terima kasih,” ujar Anwar saat peresmian penguatan sistem kelistrikan Sulawesi di Sidera, Kabupaten Sigi, Sabtu (17/10/2026).
Penambahan kapasitas pembangkit ini menjadi langkah antisipatif menghadapi penurunan debit air akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut memengaruhi kemampuan produksi sejumlah PLTA sehingga diperlukan dukungan pembangkit lain untuk menjaga keseimbangan pasokan listrik dalam sistem kelistrikan Sulawesi.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menjelaskan bahwa penguatan pembangkit di Sigi merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga ketika kondisi cuaca memengaruhi kemampuan produksi pembangkit.
“Ketika kondisi kemarau memengaruhi kemampuan produksi sejumlah pembangkit tenaga air, kami mengambil langkah antisipatif melalui penguatan kapasitas pembangkit. Tambahan daya 50 MW ini menjadi salah satu upaya konkret untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi sehingga pasokan listrik kepada masyarakat dan sektor produktif dapat terus terjaga,” ujar Rizal.
Dari total kapasitas tambahan sebesar 50 MW tersebut, sebanyak 20 MW telah beroperasi, sedangkan 30 MW lainnya tengah disiapkan untuk segera beroperasi. Penambahan ini diharapkan semakin memperkuat keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan kesiapan PLN dalam menghadapi dinamika kebutuhan energi.
Rizal menegaskan, penguatan kapasitas pembangkit harus berjalan beriringan dengan kesiapan operasional dan evaluasi sistem secara berkelanjutan. Dengan demikian, langkah yang dilakukan tidak hanya menjawab tantangan pasokan saat ini, tetapi juga mendukung pertumbuhan kebutuhan listrik pada masa mendatang.
“Kami ingin menjaga sistem kelistrikan Sulawesi semakin tangguh dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Melalui penguatan kapasitas pembangkit, peningkatan kesiapan operasi, dan kolaborasi seluruh unit PLN, kami optimistis keandalan pasokan listrik dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Perkuat Kesiapan Pembangkit, Jaga Aktivitas Masyarakat
General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, mengatakan PLN terus mengoptimalkan kesiapan unit pembangkit melalui pengaturan operasi, pemeliharaan, dan koordinasi antarunit.
Upaya tersebut dilakukan agar kapasitas pembangkit yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan sistem, termasuk ketika kontribusi pembangkit tenaga air mengalami penurunan.
“Sesuai arahan Direktur Manajemen Pembangkitan dan didukung oleh Bapak Gubernur Sulteng dan Bupati Sigi, kami bergerak bersama seluruh unit PLN untuk memastikan penguatan pasokan listrik di Sulawesi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan keandalan pembangkit agar listrik bagi masyarakat bisa terus tercukupi,” ujar Sujana.
Bagi masyarakat, keandalan listrik bukan sekadar persoalan teknis pembangkitan. Pasokan yang terjaga turut mendukung kegiatan rumah tangga, pelayanan publik, usaha kecil, serta berbagai aktivitas produktif yang membutuhkan energi listrik setiap hari.
Saidin Ali, warga Kabupaten Sigi, menyambut baik penambahan pembangkit di Sidera. Ia berharap penguatan kapasitas tersebut dapat membuat pasokan listrik di wilayahnya semakin andal sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas dengan lebih nyaman.
“Kami bersyukur sekarang ada tambahan pembangkit di Sidera. Harapannya, listrik di Sigi bisa semakin andal dan menyala terus, jadi masyarakat juga bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.
Melalui penguatan pembangkit di Sidera, PLN terus berupaya menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi dengan mengantisipasi tantangan cuaca, mengoptimalkan kesiapan operasi, dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal bagi masyarakat. Sebab, listrik yang terjaga bukan hanya menopang aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan usaha, masuknya investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.
