Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggandeng sektor swasta untuk memperluas bantuan pembangunan dan renovasi rumah bagi masyarakat.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Djarum dan Astra menyiapkan ribuan unit rumah, dengan penyaluran yang diarahkan agar menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Maruarar bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, perwakilan Djarum dan Astra, serta Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Kantor Mandiri PKP, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Maruarar menekankan bahwa bantuan perumahan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah rumah yang dibangun atau direnovasi. Ketepatan penerima dan transparansi pelaksanaan juga menjadi perhatian agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia meminta agar penentuan penerima dan lokasi bantuan tidak dipengaruhi kepentingan kontraktor, pemasok, pengembang, maupun konsultan tertentu. L
Menurutnya, program perumahan membutuhkan semangat gotong royong antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan hunian masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Djarum dan Astra atas dukungannya, karena bekerja sangat profesional dan bagus pencapaiannya untuk kepentingan rakyat,” ujar Maruarar dalam pertemuan tersebut.
Dari sisi kontribusi perusahaan, Djarum menargetkan dukungan sebanyak 3.283 unit rumah pada 2026 melalui pembangunan rumah baru dan renovasi. Hingga 14 Oktober 2026, realisasi yang disampaikan dalam pertemuan mencapai 2.138 unit.
Djarum juga mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp45 miliar pada 2026. Anggaran tersebut terdiri atas Rp35 miliar untuk pembangunan rumah baru dan Rp10 miliar untuk dukungan sanitasi serta renovasi rumah.
Sementara itu, Astra meningkatkan target kontribusi CSR perumahan pada 2026 menjadi sekitar 4.000 unit, dari komitmen awal sebanyak 3.250 unit. Hingga 14 Oktober 2026, Astra telah merealisasikan renovasi 100 unit rumah. Perusahaan tersebut juga merencanakan dukungan pembangunan rumah susun di Jakarta dan Bandung.
Untuk memastikan bantuan menjangkau kelompok masyarakat yang sesuai dengan kriteria, Kementerian PKP turut melibatkan BPS dalam pemadanan data calon penerima. BPS membantu membersihkan data dari kemungkinan duplikasi sekaligus memetakan tingkat kesejahteraan keluarga yang diusulkan menerima bantuan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima sekitar 2.242 data calon penerima untuk dipetakan berdasarkan tingkat kesejahteraan.
“Artinya, rencana bantuan dari Astra ini memang menyasar kepada keluarga yang berada di posisi 40 persen tingkat kesejahteraan terbawah,” kata Amalia.
Selain pemadanan data, BPS bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memetakan wilayah rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) kumuh.
Pemetaan tersebut dapat menjadi salah satu acuan dalam menentukan lokasi prioritas renovasi maupun pembangunan rumah berikutnya.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan bagi penyediaan hunian layak melalui keterlibatan pemerintah dan dunia usaha.
Dengan data calon penerima yang lebih terarah serta pelaksanaan yang transparan, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Maruarar menekankan pentingnya menjaga agar program perumahan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dukungan Djarum dan Astra, bersama pemadanan data oleh BPS, diharapkan memperkuat pelaksanaan bantuan rumah sekaligus membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
