Jakarta – Perjalanan menuju kemandirian energi membutuhkan cerita yang mampu menjelaskan perubahan sekaligus memperlihatkan manfaatnya bagi masyarakat.
Melalui karya jurnalistik, berbagai potensi dan tantangan energi di Indonesia dapat disampaikan lebih dekat kepada publik.
Semangat tersebut kembali dihadirkan PT PLN (Persero) melalui PLN Journalist Awards (PJA) 2026.
Memasuki penyelenggaraan ketujuh, PJA tahun ini mengusung tema “Energi Mandiri, Indonesia Berdaya” dan mengajak jurnalis dari seluruh Indonesia untuk mengangkat berbagai cerita seputar energi dan ketenagalistrikan.
Pendaftaran sekaligus penyerahan karya dibuka mulai 8 Oktober hingga 6 November 2026 melalui laman resmi PLN Journalist Awards 2026.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, insan pers memiliki peran strategis dalam mengawal narasi pembangunan energi nasional. Karya jurnalistik dinilai dapat membantu masyarakat memahami arah pengembangan energi sekaligus melihat kontribusinya terhadap kemandirian dan daya saing Indonesia.
“Energi adalah fondasi bagi kemandirian sebuah bangsa. Ketika kita mampu mengoptimalkan kekuatan dan potensi energi dalam negeri, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Indonesia,” ujar Darmawan.
Enam Kategori untuk Beragam Karya
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, PJA 2026 membuka enam kategori yang dapat menjadi ruang bagi jurnalis untuk menyampaikan isu energi dengan kekuatan masing-masing.
Keenam kategori tersebut meliputi Teks Hard News, Teks Feature, Foto Tunggal, Foto Cerita, Video Hard News, dan Video Feature.
Karya yang didaftarkan wajib menggunakan bahasa Indonesia dan telah dipublikasikan atau disiarkan di media massa yang bersifat umum dalam periode 23 Oktober 2025 hingga 6 November 2026.
“Keragaman format karya memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang dan menyampaikannya dengan kekuatan masing-masing karya jurnalistik,” kata Gregorius.
Peserta juga dapat memilih salah satu dari tiga subtema yang ditawarkan, yakni Swasembada Energi: Mengoptimalkan Kekuatan Dalam Negeri; Energi untuk Pertumbuhan dan Daya Saing Indonesia; serta Energi Berkeadilan: Memperluas Akses dan Manfaat bagi Masyarakat.
Ada Kesempatan Masuk Indonesia Top 81 Journalists
Tidak berhenti pada kompetisi karya, PJA 2026 kembali mempertahankan skema regional. PLN akan memilih 81 peserta terbaik dari tiga wilayah, yakni Jawa bagian Barat, Jawa bagian Timur, dan luar Jawa.
Para peserta terpilih akan masuk dalam jajaran Indonesia Top 81 Journalists dan selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk menghasilkan karya jurnalistik baru sesuai ketentuan lomba.
Karya pada tahap berikutnya akan menjadi dasar penentuan juara utama untuk masing-masing kategori. Untuk menjaga objektivitas, seluruh karya akan dinilai oleh dewan juri independen yang memiliki kompetensi di bidang jurnalistik.
Menurut Gregorius, skema regional tersebut penting untuk menghadirkan keberagaman cerita energi dari berbagai penjuru Indonesia. Setiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda sehingga memiliki cerita yang juga beragam.
“Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi energi yang berbeda. Kami mengajak jurnalis di seluruh Indonesia untuk mengangkat cerita terhadap berbagai upaya membangun kemandirian energi di wilayahnya,” ujarnya.
Melalui PJA 2026, PLN membuka ruang bagi insan pers untuk mengangkat cerita energi dari berbagai perspektif. Mulai dari pemanfaatan potensi dalam negeri, dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi, hingga upaya memperluas akses dan manfaat energi bagi masyarakat.
Dengan tema “Energi Mandiri, Indonesia Berdaya”, PJA 2026 menjadi kesempatan bagi jurnalis untuk membawa cerita tentang energi Indonesia lebih dekat kepada publik melalui karya yang informatif, kreatif, dan memiliki nilai jurnalistik.
Pendaftaran dan penyerahan karya dibuka 8 Oktober-6 November 2026.
