Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palu melalui pembiayaan, pendampingan, serta penguatan akses pasar digital.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BTN memperluas peran dalam menggerakkan ekonomi daerah. Tidak hanya melalui pembiayaan perumahan, BTN juga terus membangun ekosistem usaha yang dapat membantu UMKM tumbuh dan meningkatkan skala bisnisnya.
Di Palu, komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui akad pembiayaan kepada 159 debitur. Jumlah tersebut terdiri atas 111 debitur produk UMKM dan 48 debitur KPR Subsidi.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, BTN siap mendorong pelaku UMKM di Palu agar tidak hanya berkembang di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang memperluas pemasaran ke tingkat nasional hingga internasional.
“Kami BTN di sini siap untuk men-support UMKM di Kota Palu menjadi lebih besar lagi, bukan hanya untuk tingkat lokal, tapi nasional dan global, internasional,” ujar Hermita.
Menurut Hermita, perluasan pasar tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan kanal digital dan kolaborasi dengan sejumlah marketplace yang telah bekerja sama dengan BTN. Pelaku UMKM nantinya dapat memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran dan penjualan melalui platform digital.
BTN juga melihat potensi UMKM di Palu cukup besar. Berdasarkan data Kementerian UMKM, terdapat 33.935 UMKM di Kota Palu. Sementara penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BTN di Sulawesi Tengah telah mencapai Rp26,7 miliar atau tumbuh 36,3 persen secara tahunan.
Dukungan BTN juga menyasar sektor usaha yang berkaitan dengan perumahan. Sejak Oktober 2025, BTN telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM di Kota Palu, khususnya pelaku usaha real estate dan konstruksi.
Selain pembiayaan, BTN turut mendorong digitalisasi transaksi UMKM melalui Bale Merchant UMKM BTN. Hingga saat ini, sebanyak 2.957 UMKM di Palu telah bergabung dalam layanan tersebut, sementara 21 debitur UMKM tercatat telah naik kelas.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pemerintah juga menyiapkan Palu sebagai salah satu daerah percontohan pengembangan UMKM menuju pasar ekspor.
“Kita menjadikan Palu sebagai piloting. Akan ada MoU antara Kementerian UMKM dan Badan Karantina Indonesia untuk mengawal produk-produk UMKM di Palu meningkat ekspornya,” ujar Bagus.
Ia menyebut jumlah UMKM yang mencapai 33.935 unit menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
Sementara itu, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid mengatakan BTN telah menjadi mitra Pemerintah Kota Palu dalam mendampingi pengelolaan berbagai potensi ekonomi daerah, termasuk penguatan UMKM.
“Bank BTN saat ini menjadi mitra penuh Pemerintah Kota Palu dalam pendampingan pengelolaan potensi yang dimiliki daerah ini. Salah satunya penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah,” kata Hadianto.
Menurutnya, dukungan pembiayaan dan pendampingan dari BTN diharapkan dapat membantu memperkuat manajemen usaha para pelaku UMKM sehingga bisnis mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Saat ini, program inkubator bisnis Pemerintah Kota Palu telah mendampingi lebih dari 1.000 pelaku UMKM. Dalam dua tahun terakhir, program tersebut juga memberikan penguatan modal usaha kepada sekitar 1.000 mahasiswa di Kota Palu.
Penguatan ekosistem UMKM turut terlihat dalam penyelenggaraan Gebyar UMKM yang menjadi rangkaian HUT ke-48 Kota Palu. Kegiatan yang berlangsung hingga 30 September 2026 tersebut menghadirkan 89 tenant UMKM di Lapangan Vatulemo.
Melalui kombinasi pembiayaan, digitalisasi, pendampingan, dan perluasan akses pasar, BTN terus mendorong UMKM di Palu memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dari pasar lokal menuju pasar nasional dan peluang ekspor.
