Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin (kanan).
Jakarta – Memasuki usia ke-81, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memacu transformasi untuk menghadirkan layanan perkeretaapian yang semakin aman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Semangat tersebut diusung KAI melalui tema “Semakin Melayani” dalam peringatan HUT ke-81 yang digelar di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9/2026). Momentum ini menjadi bagian dari perjalanan panjang KAI dalam mengikuti perubahan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem transportasi nasional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan usia 81 tahun menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi perusahaan dengan tetap menjadikan pelayanan dan keselamatan sebagai orientasi utama.
“Delapan puluh satu tahun setelah momentum tersebut, KAI terus melanjutkan perannya dalam melayani masyarakat dan mendukung konektivitas Indonesia. Tema ‘Semakin Melayani’ menjadi komitmen agar setiap pertumbuhan dan transformasi perusahaan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bobby.
Kinerja KAI juga menunjukkan skala layanan yang terus berkembang. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 240.805.920 pelanggan.
Pada periode tersebut, pendapatan konsolidasi KAI mencapai sekitar Rp18 triliun. Pertumbuhan ini menjadi modal bagi perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
KAI tidak hanya mengandalkan bisnis angkutan. Perusahaan juga mengoptimalkan aset, mengembangkan kawasan, serta membuka sumber pendapatan non-angkutan untuk memperkuat bisnis sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat.
Transformasi dilakukan melalui peningkatan layanan kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Bobby menegaskan meningkatnya kebutuhan mobilitas harus diikuti dengan kapasitas dan keandalan layanan yang semakin baik.
“Pertumbuhan membawa tanggung jawab yang semakin besar. Kebutuhan mobilitas yang terus meningkat harus kita jawab melalui peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana dan prasarana, serta keselamatan dan integrasi antarmoda,” kata Bobby.
Arah transformasi tersebut sejalan dengan visi KAI untuk mendorong terciptanya ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator kelas dunia.
Untuk mewujudkannya, KAI mengembangkan layanan yang semakin terintegrasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, baik untuk mobilitas penumpang maupun kebutuhan logistik nasional.
Dalam layanan penumpang, KAI menempatkan keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, efisiensi dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pengembangan layanan. Sementara pada sektor logistik, angkutan kereta api diarahkan untuk memberikan solusi transportasi yang efisien, andal dan terintegrasi.
Transformasi juga diperkuat melalui digitalisasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan bisnis non-farebox, peningkatan kapabilitas organisasi serta penguatan tata kelola sektor perkeretaapian.
“Visi dan misi ini menjadi arah bagi KAI untuk terus bertumbuh dengan pelayanan sebagai orientasi utama. Keselamatan menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, disertai peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan teknologi, pengembangan bisnis, serta kapabilitas organisasi yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat,” ujar Bobby.
Di usia 81 tahun, KAI juga membawa semangat tersebut ke generasi muda melalui program EduTrain, kolaborasi KAI dan KCIC yang memberikan pengalaman perjalanan edukatif kepada anak-anak panti asuhan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.
Program tersebut turut mendapat penghargaan rekor MURI sebagai program EduTrain dengan peserta terbanyak menggunakan Whoosh. Peserta tidak hanya menikmati perjalanan, tetapi juga mendapatkan pengenalan mengenai transportasi publik, teknologi Whoosh dan dunia perkeretaapian.
Bobby berharap pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus belajar dan berani mengejar cita-cita.
Perjalanan KAI selama 81 tahun menjadi bagian dari sejarah panjang perkeretaapian Indonesia yang telah berlangsung selama 159 tahun. Dari jalur pertama Semarang–Tanggung yang mulai dibangun pada 1864 hingga ekosistem transportasi modern saat ini, perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana kereta api terus berkembang mengikuti zaman.
Kini, tantangan KAI bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi memastikan setiap perkembangan membawa manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Atas nama Direksi, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Insan KAI Group dan keluarga atas kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang telah diberikan. Mari kita jadikan HUT ke-81 ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Bobby.
Dengan semangat “Semakin Melayani”, KAI terus mendorong transformasi layanan sekaligus memperkuat ekosistem transportasi yang aman, terintegrasi dan berkelanjutan menuju cita-cita menjadi operator kelas dunia.
