Jakarta – LRT Jabodebek memperkuat pengawasan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna, sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada petugas apabila mengalami atau melihat situasi yang membuat tidak aman maupun tidak nyaman.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pengguna dapat segera meminta bantuan petugas keamanan atau petugas stasiun terdekat ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan.
“Silakan segera laporkan kepada petugas keamanan maupun petugas stasiun terdekat apabila merasa tidak nyaman atau membutuhkan bantuan. Informasi mengenai lokasi dan situasi yang terjadi akan membantu petugas memberikan respons secara lebih cepat dan tepat,” ujar Radhitya.
Menurutnya, pengguna tidak perlu menunggu situasi menjadi lebih buruk untuk menyampaikan laporan. Pengguna cukup menjelaskan kondisi yang dihadapi dan lokasi kejadian agar petugas dapat memberikan respons sesuai kebutuhan.
Jika memungkinkan, pengguna juga disarankan tetap berada di area yang ramai dan dekat dengan petugas hingga bantuan diberikan. Sementara bagi pengguna yang melihat orang lain membutuhkan bantuan, laporan dapat segera disampaikan kepada petugas dengan tetap memperhatikan keselamatan diri.
Untuk memperkuat pengawasan, LRT Jabodebek menempatkan petugas keamanan yang melakukan patroli secara bergantian selama 24 jam, khususnya di area Ground, Concourse, dan Platform stasiun.
Pengawasan juga didukung sistem CCTV yang berada di area stasiun maupun rangkaian kereta. CCTV digunakan sebagai alat bantu pemantauan dan dapat menjadi bukti pendukung dalam penanganan laporan apabila diperlukan, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Selain pengawasan di lapangan, pengguna dapat menyampaikan laporan secara langsung kepada petugas, melalui Contact Center KAI 121, maupun media sosial resmi. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh petugas, termasuk memberikan bantuan kepada korban apabila diperlukan untuk melanjutkan laporan kepada pihak berwajib.
“LRT Jabodebek ingin memastikan pengguna mengetahui bahwa ketika menghadapi situasi yang membuat tidak aman atau tidak nyaman, dapat segera meminta bantuan. Pengguna tidak perlu menunggu situasi menjadi lebih buruk untuk melapor,” kata Radhitya.
Sebagai opsi tambahan perlindungan bagi pengguna pada hari kerja, LRT Jabodebek juga menyediakan kereta khusus wanita yang berada di bagian belakang rangkaian.
LRT Jabodebek turut menerapkan tindakan tegas terhadap pengguna yang terbukti melakukan pelanggaran yang mengganggu keamanan dan kenyamanan, termasuk pencurian maupun pelecehan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal.
Pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai pembatasan akses menggunakan layanan LRT Jabodebek setelah melalui mekanisme pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Radhitya menegaskan, upaya menjaga keamanan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi pengguna dengan segera menyampaikan laporan ketika menemukan situasi yang membutuhkan bantuan.
“KAI tidak menoleransi tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna. Penguatan pengawasan, respons terhadap laporan, serta partisipasi aktif pengguna untuk segera melaporkan situasi yang membutuhkan bantuan, menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman bagi semua,” tutup Radhitya.
