Ketua DPR RI Puan Maharani. Dok: Istimewa.
Jakarta – Peningkatan aktivitas Influenza A di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani. Di tengah pola penyakit yang disebut masih berkaitan dengan musim influenza, Puan meminta kesiapan layanan kesehatan tetap menjadi perhatian pemerintah.
Menurut Puan, peningkatan kasus perlu diantisipasi dengan memastikan fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Kesiapan tersebut dinilai penting, terutama di daerah yang mencatat penyebaran lebih tinggi.
“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” kata Puan dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Perhatian juga diarahkan pada kelompok anak. Berdasarkan pemantauan Kementerian Kesehatan, kelompok usia 0–4 tahun menjadi salah satu kelompok dengan proporsi kasus influenza yang cukup besar. Data Kemenkes hingga 12 September 2026 mencatat sekitar 33 persen kasus influenza terdeteksi pada kelompok usia tersebut.
Puan meminta kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam kesiapan layanan kesehatan anak. Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah perlu mampu merespons kebutuhan pasien apabila terjadi peningkatan kunjungan.
Jangan Biarkan Informasi Berjalan Sendiri
Selain kesiapan fasilitas, Puan menilai masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami. Penjelasan mengenai perkembangan Influenza A diperlukan agar masyarakat dapat membedakan informasi resmi dengan kabar yang belum terverifikasi.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” ujarnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan pemantauan penyakit pernapasan. Kemenkes saat ini melakukan surveilans influenza melalui jaringan fasilitas kesehatan, termasuk 39 puskesmas dan 35 rumah sakit sentinel, untuk melihat tren kasus serta karakteristik virus yang beredar.
Data Kemenkes menunjukkan proporsi positif influenza pada minggu ke-35 meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada pekan sebelumnya. Namun, pemerintah menyatakan tingkat aktivitas influenza secara nasional masih berada dalam kategori rendah dan situasinya masih terkendali.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyampaikan bahwa kenaikan influenza merupakan pola musiman dan belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kewaspadaan Dimulai dari Rumah
Puan juga mengingatkan masyarakat untuk kembali memperhatikan kebiasaan hidup bersih dan langkah pencegahan penyakit pernapasan.
Masyarakat yang sedang sakit diminta mengurangi aktivitas dan memeriksakan diri apabila kondisi memburuk. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah, mencuci tangan, serta menjaga asupan makanan bergizi juga kembali ditekankan.
“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil, perhatian terhadap gejala seperti demam dan batuk menjadi bagian dari kewaspadaan sehari-hari. Di sisi lain, pemerintah tetap perlu memastikan informasi dan layanan kesehatan tersedia ketika masyarakat membutuhkannya.
Dengan situasi nasional yang masih berada pada kategori aktivitas influenza rendah, penguatan surveilans, kesiapan fasilitas kesehatan, dan komunikasi publik menjadi bagian penting dalam menghadapi peningkatan kasus secara terukur.
