Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pertumbuhan industri dan pusat data di Batam membuat kebutuhan listrik terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar memperjuangkan kepastian pasokan gas dengan harga yang terjangkau untuk memperkuat sistem kelistrikan di kawasan tersebut.
Menurut Nasril, energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan investasi. Ketika kawasan industri berkembang dan kebutuhan listrik bertambah, pasokan energi yang cukup dan kompetitif menjadi hal yang tidak bisa ditunda.
Karena itu, Nasril mendorong agar kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dievaluasi sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar bagi sektor-sektor yang memiliki dampak luas terhadap perekonomian dan masyarakat.
“Kita harus masuk pada posisi kedaulatan energi untuk hajat hidup orang banyak,” ujar Nasril saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau, Senin (7/9/2026).
Nasril menilai PLN perlu menjadi salah satu sektor yang mendapatkan perhatian dalam kebijakan gas dengan harga khusus. Alasannya, gas yang digunakan untuk pembangkitan listrik memiliki efek berantai terhadap berbagai aktivitas ekonomi di Batam.
Listrik yang andal, kata dia, bukan hanya dibutuhkan rumah tangga. Kawasan industri, pusat data, pelaku usaha, hingga investasi baru sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil.
“Pemerintah harus menghentikan alokasi HGBT ke sektor tersebut dan memprioritaskannya hanya untuk dua sektor utama: PLN untuk keandalan listrik masyarakat serta industri, dan pabrik pupuk demi ketahanan pangan,” tegasnya.
Menurut Nasril, kebijakan energi perlu melihat manfaat yang dihasilkan setelah gas dimanfaatkan. Ia ingin agar alokasi gas murah diarahkan kepada sektor yang mampu menciptakan dampak ekonomi lebih luas.
Pandangan tersebut menjadi semakin relevan seiring perkembangan Batam sebagai salah satu tujuan investasi strategis. Dalam kunjungan Komisi VI, DPR melihat langsung kesiapan infrastruktur pendukung kegiatan industri di wilayah tersebut.
Batam, khususnya kawasan Nongsa, juga terus diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri digital dan data center di kawasan ASEAN. Perkembangan fasilitas data center berskala besar berpotensi meningkatkan kebutuhan listrik dalam jumlah signifikan.
Situasi itu membuat kepastian pasokan gas untuk pembangkit PLN Batam menjadi semakin penting. Tanpa dukungan energi yang memadai, pertumbuhan industri dan investasi berisiko menghadapi kendala dari sisi kapasitas maupun biaya listrik.
Nasril pun melihat kebutuhan energi Batam sebagai bagian dari agenda yang lebih besar, yakni menjaga daya saing Indonesia dalam menarik investasi.
Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu kawasan yang berhadapan langsung dengan pusat-pusat ekonomi di kawasan Asia. Karena itu, infrastruktur energi harus mampu mengikuti perkembangan investasi yang masuk.
Di sisi lain, Nasril menyadari bahwa transisi menuju energi baru dan terbarukan tetap perlu berjalan. Namun, dalam proses tersebut, gas bumi masih memiliki peran penting sebagai salah satu sumber energi untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“Yang kita perjuangkan adalah kepastian energi. Kalau listriknya kuat dan harganya kompetitif, industri juga akan semakin percaya untuk berkembang di Batam,” ujarnya.
Nasril berharap pemerintah dapat menemukan formula kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri, kepentingan masyarakat, dan ketahanan energi nasional.
Ia menilai gas dengan harga kompetitif untuk PLN pada akhirnya bukan hanya memberikan manfaat bagi sektor kelistrikan. Dampaknya dapat dirasakan oleh industri yang memperoleh pasokan listrik lebih andal, pekerja yang bergantung pada aktivitas ekonomi, serta masyarakat yang menikmati pertumbuhan kawasan.
Karena itu, Nasril mendorong evaluasi HGBT dilakukan dengan mempertimbangkan efek berganda dari setiap alokasi gas.
Bagi dia, energi murah dan andal merupakan investasi untuk menjaga pertumbuhan Batam. Dengan dukungan pasokan gas yang memadai, PLN dapat menjaga keandalan listrik sekaligus menopang ambisi Batam menjadi salah satu pusat industri, teknologi, dan investasi di kawasan regional.
