Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. Dok: Istimewa.
Jakarta – Aktivitas ekonomi di berbagai daerah menunjukkan perkembangan positif sepanjang semester I 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kabupaten/kota yang mampu membukukan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan terdapat 99 kabupaten/kota yang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sepanjang semester I 2026.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencatat 48 kabupaten/kota dengan pertumbuhan ekonomi di atas level tersebut.
“Sepanjang semester I 2026, ada tujuh provinsi yang tumbuh di atas 6 persen. Bahkan jumlah kabupaten/kotanya naik dua kali lipat menjadi 99 daerah,” ujar Amalia di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Kenaikan jumlah daerah dengan pertumbuhan tinggi tersebut juga terlihat pada level provinsi. Jika pada 2025 hanya terdapat empat provinsi yang tumbuh di atas 6 persen, jumlahnya meningkat menjadi tujuh provinsi pada semester I 2026.
Potensi Lokal Jadi Penggerak
Amalia menjelaskan, setiap daerah memiliki karakteristik ekonomi dan sumber pertumbuhan yang berbeda. Namun, daerah-daerah yang mampu mencatat pertumbuhan tinggi memiliki kesamaan dalam mengoptimalkan potensi lokal menjadi aktivitas ekonomi yang konkret.
Menurut dia, keberagaman karakteristik tersebut menjadi bagian penting dalam membaca dinamika ekonomi Indonesia. Pertumbuhan di daerah tidak selalu berasal dari sektor yang sama, sehingga pemetaan potensi masing-masing wilayah diperlukan untuk menjaga momentum tersebut.
Data pertumbuhan ekonomi daerah juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam menentukan sektor yang perlu diperkuat maupun kebijakan yang dapat mendorong aktivitas ekonomi lebih lanjut.
Dengan semakin banyaknya daerah yang tumbuh di atas 6 persen, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai semakin tersebar di berbagai wilayah.
Pemerintah Siapkan Tim Pengawal
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pemerintah akan mempelajari faktor yang membuat sejumlah daerah mampu mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari pola atau strategi yang dapat diterapkan di wilayah lain yang pertumbuhannya masih relatif lambat.
Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui pembentukan tim khusus.
Tim tersebut akan bertugas mengawal percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga dan inflasi.
“Kami bersama Kemendagri akan membentuk tim untuk mengawal dan memastikan pertumbuhan ekonomi daerah bisa dipercepat, sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Rachmat.
Penguatan ekonomi daerah menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan nasional sekaligus mendorong pemerataan aktivitas ekonomi. Capaian 99 kabupaten/kota yang tumbuh di atas 6 persen pada semester I 2026 menjadi salah satu indikator bahwa sejumlah wilayah mampu mengembangkan potensi ekonominya menjadi sumber pertumbuhan baru.
