Direktur Network & Retail Funding PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Rully Setiawan. Dok: Istimewa.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyiapkan strategi untuk memperbesar dana pihak ketiga (DPK) giro hingga akhir 2026. Perseroan menargetkan pertumbuhan giro berada pada kisaran 15%-20% secara tahunan dengan mendorong peningkatan transaksi nasabah.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan penguatan giro tidak hanya bertumpu pada bisnis properti dan perumahan. BTN mulai memperluas basis nasabah ke sejumlah sektor, seperti pendidikan, kesehatan, perdagangan, manufaktur, serta berbagai kegiatan usaha lainnya.
Menurut Rully, diversifikasi tersebut membuat basis nasabah giro BTN semakin luas. “Hal ini menunjukkan bahwa basis nasabah giro BTN semakin luas dan tidak hanya bergantung pada ekosistem properti,” kata Rully, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (2/9/2026).
Strategi berikutnya diarahkan pada peningkatan penggunaan rekening giro sebagai sarana utama transaksi operasional. Dengan semakin banyak aktivitas bisnis yang dilakukan melalui rekening BTN, dana operasional nasabah diharapkan dapat bertahan lebih lama.
Rully menjelaskan, karakter giro yang relatif likuid justru dapat menjadi peluang apabila rekening tersebut aktif digunakan untuk berbagai transaksi. Semakin tinggi aktivitas transaksi, semakin besar pula kebutuhan nasabah untuk menjaga dana operasional di rekening.
Untuk mendukung pola tersebut, BTN memperkuat layanan transactional banking, mulai dari pembayaran, collection, cash management, hingga payroll. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan membangun hubungan transaksi yang lebih erat dengan nasabah korporasi dan pelaku usaha.
Hingga 31 Agustus 2026, DPK giro BTN telah tumbuh 4,87% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rully menilai perkembangan tersebut menunjukkan kepercayaan dan aktivitas transaksi nasabah masih terjaga.
Pertumbuhan tersebut menjadi pijakan bagi BTN untuk mengejar target giro sebesar 15%-20% hingga penghujung 2026. Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari sektor di luar ekosistem perumahan seiring semakin beragamnya kebutuhan transaksi nasabah.
Selain mengejar pertumbuhan nominal dana, BTN ingin meningkatkan peran rekening giro sebagai rekening utama untuk aktivitas bisnis. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat dana murah sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah.
“Jadi, kami tidak hanya menawarkan produk giro, tetapi membangun transactional ecosystem yang membuat BTN menjadi primary banking partner nasabah,” pungkas Rully.
