Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu usai acara Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8/2026). Dok: HF.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah menyiapkan langkah baru untuk memperluas layanan keuangan digital melalui superapp Bale by BTN.
Perseroan berencana menghadirkan layanan tabungan emas yang memungkinkan nasabah mengakses produk emas secara digital.
Rencana tersebut diungkapkan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu saat ditemui usai acara Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Nixon mengatakan, rencana menghadirkan tabungan emas di Bale saat ini masih menunggu proses perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
“Masih nunggu izin. Sudah proses izin,” ujar Nixon.
Menurutnya, proses perizinan menjadi bagian penting sebelum layanan tersebut benar-benar diluncurkan kepada masyarakat.
Otoritas akan melihat berbagai aspek kesiapan BTN, mulai dari ketentuan yang berlaku, teknologi, keamanan, hingga kesiapan infrastruktur.
“Intinya kita masih proses perizinan. Itu kan pasti nanti dicek ketentuannya, teknologinya, dan seterusnya. Keamanannya, dan seterusnya, kesiapan infrastruktur,” jelasnya.
Meski belum memastikan tanggal peluncuran, Nixon berharap layanan tersebut dapat mulai tersedia di Bale pada akhir 2026, apabila seluruh tahapan perizinan dan persiapan teknis telah rampung.
Untuk tahap awal, BTN akan memprioritaskan layanan cicil emas. Pengembangan fitur selanjutnya akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan nasabah.
“Ya pasti cicil emas di awal-awal, baru nanti step by step kita coba naikkan,” katanya.
Kehadiran fitur emas di Bale bakal menambah panjang daftar layanan yang disiapkan BTN dalam transformasi digitalnya.
Bale diarahkan bukan hanya sebagai aplikasi untuk transaksi perbankan, tetapi juga sebagai platform yang dapat mengakomodasi lebih banyak kebutuhan finansial masyarakat.
Nixon menegaskan, pengembangan layanan emas melalui Bale merupakan inisiatif yang berbeda dengan layanan investasi maupun pembiayaan emas yang telah dimiliki Bank Syariah Nasional (BSN).
“BSN sudah punya duluan kan cicil emas. Ya pinginnya sih di digital, di superapp Bale by BTN,” pungkas Nixon.
Jika terealisasi, layanan tersebut akan memperluas akses masyarakat terhadap produk emas melalui kanal digital BTN.
Langkah ini sekaligus menunjukkan upaya perseroan menjadikan Bale sebagai bagian penting dari ekosistem layanan keuangan digital BTN.
