Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. Dok: Istimewa.
Jakarta – -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan kinerja yang semakin solid hingga Juli 2026. Bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), BTN membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun, melonjak 39,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,80 triliun.
Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi transformasi BTN yang terus memperkuat bisnis sekaligus memperluas perannya dalam ekosistem keuangan dan perumahan nasional.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kinerja perseroan merupakan hasil dari proses transformasi yang dibangun secara konsisten selama lebih dari satu dekade.
Transformasi tersebut membawa BTN berkembang dari bank yang dikenal sebagai housing specialist menuju fase Beyond Mortgage, dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang dapat dihadirkan kepada masyarakat, terutama melalui ekosistem perumahan yang menjadi DNA perseroan.
Kredit Tembus Rp421,66 Triliun
Penguatan kinerja BTN juga tercermin dari pertumbuhan fungsi intermediasi. Hingga Juli 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN mencapai Rp421,66 triliun, tumbuh 11,88 persen secara tahunan dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp455,27 triliun, meningkat 13,58 persen dibandingkan Rp400,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
DPK tersebut terdiri dari giro Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.
Pertumbuhan intermediasi tersebut turut menopang penguatan pendapatan bunga bersih. Hingga Juli 2026, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) BTN mencapai Rp9,70 triliun, tumbuh 5,23 persen dibandingkan Rp9,21 triliun pada Juli 2025.
Menariknya, pertumbuhan NII tersebut berlangsung bersamaan dengan penurunan beban bunga. Beban bunga BTN turun 12,08 persen secara tahunan menjadi Rp9,45 triliun dari sebelumnya Rp10,75 triliun.
Kondisi tersebut ikut mendorong laba operasional konsolidasi BTN menjadi Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12 persen dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Bisnis Harus Berdampak
Bagi BTN, penguatan kinerja keuangan tidak berhenti pada pencapaian angka. Perseroan juga terus mengarahkan pertumbuhan bisnis agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Salah satunya diwujudkan melalui program “Rumah Bersih, Keuangan Bersih” yang dijalankan BTN bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Sepanjang 2026, program tersebut telah memperbaiki 20 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo.
Program itu melanjutkan kolaborasi BTN dan PPATK pada 2025 yang telah memperbaiki 15 rumah. Dengan demikian, selama dua tahun terakhir terdapat 35 rumah yang telah diperbaiki untuk memberikan hunian yang lebih layak bagi masyarakat penerima manfaat.
Nixon menegaskan, kontribusi sosial tersebut menjadi bagian dari semangat pertumbuhan BTN.
“Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Ia memastikan BTN akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sejalan dengan peran perseroan dalam membangun ekosistem perumahan nasional.
Dengan capaian hingga Juli 2026, BTN memperlihatkan bahwa penguatan bisnis dan kontribusi sosial dapat berjalan beriringan. Pertumbuhan laba memperkuat kapasitas perseroan untuk menjalankan fungsi intermediasi, sementara posisi BTN sebagai bank yang memiliki DNA perumahan terus menjadi fondasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
