Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dok: Istimewa.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong pengembangan energi panas bumi (geothermal) sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat industri nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Menurut Purbaya, energi bersih tidak lagi sekadar menjadi isu ketahanan energi, tetapi dapat menjadi modal strategis untuk membuat produk industri Indonesia semakin kompetitif, terutama ketika negara tujuan ekspor mulai menerapkan standar keberlanjutan yang semakin ketat.
Gagasan tersebut disampaikan Purbaya dalam diskusi Free Trade Agreements on Indonesia Industrialization and Economic Performance di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah perlu mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga berada di kisaran 6–8 persen. Salah satu pendekatan yang disiapkan adalah menghubungkan kebijakan perdagangan, industri dan energi.
Geo Dipa Didorong Jadi Bagian Strategi Industri
Dalam strategi tersebut, Purbaya secara khusus menyinggung potensi pengembangan panas bumi oleh BUMN seperti PT Geo Dipa Energi.
Ia melihat geothermal dapat dikembangkan lebih agresif untuk memasok energi hijau ke kawasan industri, termasuk industri tekstil dan alas kaki yang berorientasi ekspor.
Menurutnya, penggunaan energi terbarukan dapat memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia ketika masuk ke pasar yang memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan.
“Ada free trade dengan Eropa, katanya dengan Eropa itu ada special treatment untuk produk-produk yang memakai energi baru terbarukan, termasuk geothermal. Kenapa enggak saya drill lebih banyak geothermal?” kata Purbaya.
Ia membayangkan pengembangan sumber panas bumi tidak berhenti pada penyediaan listrik, tetapi terintegrasi dengan kawasan industri sehingga energi bersih ikut menjadi faktor penguat daya saing produk nasional.
“Saya investasi di situ untuk memberi energi ke suatu pusat industri tekstil sehingga dia bisa ekspor ke Eropa dengan lebih kompetitif,” lanjutnya.
Energi Bersih Jadi Keunggulan Baru
Purbaya menilai peluang tersebut perlu ditangkap melalui kebijakan yang lebih terukur. Pemerintah akan mendorong pemetaan sektor industri secara komprehensif dengan dukungan analisis data dan pemodelan ekonometrika.
Pendekatan itu diperlukan agar insentif maupun perlindungan terhadap industri dalam negeri dapat diberikan secara tepat sasaran, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan perdagangan global.
Dengan demikian, pengembangan geothermal dapat ditempatkan dalam rantai strategi yang lebih besar: energi bersih mendukung industri, industri menghasilkan produk berdaya saing, dan produk tersebut diperkuat untuk menembus pasar ekspor.
Purbaya optimistis transformasi kebijakan fiskal yang berpihak pada pertumbuhan, penguatan manufaktur, energi bersih, serta pembiayaan yang solid dapat menciptakan perekonomian yang lebih tangguh.
“September ke depan kita akan ubah approach Kementerian Keuangan bagaimana menghidupkan perekonomian. Saya ingin menggunakan semua yang ada untuk memaksimalkan potensi ekonomi kita,” tegasnya.
Arah kebijakan tersebut sekaligus membuka ruang semakin besar bagi Geo Dipa Energi untuk memperkuat perannya dalam pengembangan panas bumi nasional. Bagi industri, geothermal bukan hanya sumber energi alternatif, tetapi berpotensi menjadi salah satu fondasi baru bagi produk Indonesia yang lebih hijau, kompetitif dan siap bersaing di pasar global.
