Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas. Penguatan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan dukungan ribuan personel gabungan.
Langkah tersebut dilakukan seiring masih ditemukannya titik api di sejumlah wilayah Kalimantan dan Jambi. BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan dan unsur terkait terus melakukan pemadaman serta pemantauan untuk mencegah karhutla meluas.
Di Kalimantan Barat, operasi penanganan karhutla diperkuat melalui pengerahan empat unit water bombing. Pada Minggu (23/8), operasi udara dilaksanakan dalam delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air.
Volume air yang dijatuhkan mencapai 1.052.000 liter, dengan estimasi luas lahan yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare.
Operasi udara tersebut berjalan beriringan dengan OMC yang dilaksanakan pada 22–27 Agustus 2026. Pada Minggu (23/8), sebanyak tiga sortie dilakukan dengan total 3.000 kilogram bahan semai untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.
Tak hanya mengandalkan operasi udara, penanganan dari darat juga terus dilakukan. BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, DLHK dan unsur lainnya bergerak melakukan pemadaman di sejumlah lokasi.
Hingga Minggu (23/8), luas lahan yang ditangani melalui operasi darat di Kalimantan Barat diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi kekuatan personel gabungan yang dapat dikerahkan mencapai sekitar 2.751 personel.
10.700 Personel Dukung Penanganan di Kalteng
Penguatan operasi juga dilakukan di Kalimantan Tengah. Dua armada patroli udara dikerahkan untuk memantau wilayah terdampak dan menemukan sebanyak 25 fire spot.
Sementara itu, tiga helikopter water bombing aktif melakukan pemadaman. Ketiganya tercatat melakukan total 159 kali penjatuhan air.
Di darat, satgas gabungan terus melakukan pemadaman dan penanganan lahan terbakar. Hingga Minggu (23/8), sekitar 55,63 hektare lahan berhasil ditangani.
Operasi tersebut didukung sekitar 10.700 personel yang terdiri dari BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, pemerintah daerah dan Manggala Agni.
BNPB juga terus berkoordinasi dengan BMKG untuk menentukan waktu paling efektif dalam pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan Tengah.
Kalsel Kerahkan Operasi Udara dan Darat
Di Kalimantan Selatan, operasi karhutla diperkuat melalui dua armada patroli dan tiga unit water bombing.
Pada Minggu (23/8), dua helikopter water bombing aktif melakukan 243 kali penjatuhan air dengan total volume mencapai 1.029.000 liter.
Operasi udara tersebut diperkirakan berhasil menangani sekitar 13 hektare lahan. Sementara itu, operasi darat dilakukan di 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel. Hingga Minggu (23/8), sekitar 40,9 hektare lahan telah berhasil ditangani melalui operasi darat.
Jambi Pantau 14 Fire Spot
Sementara itu, di Provinsi Jambi, pemantauan udara dilakukan menggunakan dua armada patroli. Dari pemantauan tersebut ditemukan sebanyak 14 fire spot.
Operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan. Di sisi darat, penanganan masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman dan pendinginan.
Adapun OMC di Provinsi Jambi sebelumnya telah dilaksanakan pada 3–12 Juni 2026. Operasi tersebut menggunakan satu armada dalam 13 sortie dengan total 12.991 kilogram bahan semai NaCl.
BNPB menegaskan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan kekuatan darat dan udara. Pemantauan titik api, pemadaman, pendinginan serta koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mempercepat penanganan dan mencegah meluasnya kebakaran.
Dengan pengerahan ribuan personel dan dukungan operasi udara, pemerintah berupaya memastikan titik-titik karhutla di wilayah prioritas dapat ditangani secara cepat sekaligus menekan dampaknya terhadap masyarakat.
