Anggota DPR RI sekaligus Komisaris Utama PT Darul Ma’arif Wisata, H. Dedi Wahidi, saat menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak menunda niat menunaikan ibadah haji dan umrah dalam Sosialisasi Pembiayaan Haji dan Umrah di Indramayu Dok: Istimewa.
Jakarta – Menunaikan ibadah haji dan umrah bukan sekadar soal perjalanan menuju Tanah Suci. Di baliknya ada niat, doa, persiapan, dan ikhtiar yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Pesan tersebut disampaikan Komisaris Utama PT Darul Ma’arif Wisata sekaligus Anggota DPR RI, H. Dedi Wahidi, saat menghadiri Sosialisasi Pembiayaan Haji dan Umrah di Aula Yayasan Darul Ma’arif, Indramayu, Kamis (13/8/2026).
Dedi mengajak masyarakat yang telah memiliki keinginan berhaji maupun umrah agar tidak terus menunda hanya karena merasa belum memiliki kemampuan finansial yang cukup.
Menurutnya, setiap niat baik harus diikuti dengan langkah nyata. Persoalan rezeki, kata Dedi, merupakan bagian dari ketentuan Allah yang harus disikapi dengan doa sekaligus usaha.
“Niatkan dulu, kemudian ikhtiarkan. Rezeki itu Allah yang mengatur. Jangan sampai keinginan ke Baitullah terus kita tunda hanya karena kita takut memulai,” ujar Dedi.
Ia menilai haji dan umrah memiliki makna spiritual yang jauh lebih besar dibandingkan perjalanan biasa. Tujuan akhirnya bukan sekadar sampai di Makkah dan Madinah, tetapi menjalankan ibadah dengan harapan memperoleh ridha Allah.
“Kalau kita pergi wisata, yang kita cari mungkin pemandangan dan kebahagiaan. Tetapi ketika kita berangkat umrah dan haji, yang kita cari adalah ridha Allah. Insya Allah, ibadah yang diterima dan haji yang mabrur balasannya adalah surga,” katanya.
Karena itu, Dedi mendorong masyarakat untuk mulai menyusun rencana sejak dini. Menurutnya, informasi mengenai biaya, administrasi, kesehatan, hingga pilihan pembiayaan perlu dipahami agar calon jamaah dapat mempersiapkan keberangkatan secara lebih matang.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Kemenhaj Indramayu, para kiai, guru, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan.
Direktur Utama PT Darul Ma’arif Wisata (DMW), Ayu Ajeng Lestari, mengatakan niat menuju Tanah Suci sebaiknya tidak berhenti sebagai impian.
“Ke Tanah Suci jangan hanya menjadi keinginan. Kalau sudah ada niat umrah, mari direncanakan. Kalau ingin berhaji, mulai cari informasi dan daftarkan diri. Yang penting kita berani mengambil langkah pertama,” ujar Ayu.
Sementara itu, Kepala Kemenhaj Indramayu mengingatkan calon jamaah agar tidak hanya mempersiapkan kemampuan finansial. Pemahaman mengenai administrasi, kesehatan, kesiapan ibadah, serta legalitas penyelenggara juga harus menjadi perhatian.
Menurutnya, informasi yang benar akan membantu masyarakat mengambil keputusan secara lebih aman dan terukur.
Dalam kesempatan yang sama, Amitra Finance by Astra memperkenalkan skema pembiayaan haji dan umrah, termasuk mekanisme dan persyaratan yang perlu diketahui masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menyusun langkah menuju Tanah Suci.
Pesan Dedi pun menjadi pengingat bahwa perjalanan ke Baitullah tidak selalu dimulai dari kemampuan yang sempurna. Ia dapat dimulai dari niat yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan ikhtiar, perencanaan, dan doa.
Sebab, bagi calon jamaah, langkah pertama mungkin sederhana. Namun dari langkah itulah sebuah impian menuju Baitullah mulai diwujudkan.
