Dok: RMOL Jateng.
Jakarta – Sebanyak 416 personel Polda Jawa Tengah dan Polres jajaran menjalani latihan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian tahap 6 kendali senjata api. Latihan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kemampuan personel agar tetap terampil, siap, dan profesional saat menjalankan tugas di lapangan.
Kegiatan tersebut dibuka Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman yang mewakili Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Senin (10/8/2026).
Latihan digelar secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan personel pemegang senjata api dinas dari satuan kerja Mapolda Jateng maupun Polres jajaran.
Bagi Polda Jateng, latihan menjadi bagian penting dalam menjaga kompetensi personel. Kemampuan menggunakan senjata api tidak cukup hanya diperoleh dari pengalaman, tetapi harus terus diasah melalui latihan dan evaluasi secara berkala.
Latif mengatakan dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menuntut personel untuk selalu meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesiapsiagaan.
“Dalam proses tugas kepolisian di lapangan, pada situasi yang memerlukan tindakan kepolisian secara cepat, tepat dan terukur, termasuk penggunaan kekuatan, harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, standar operasional prosedur dan prinsip hak asasi manusia,” tegas Latif.
Tak Sekadar Uji Menembak
Latihan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menembak. Sebelum menjalani latihan lapangan, peserta harus melewati serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kesiapan personel secara menyeluruh.
Tahapan tersebut meliputi penelitian personel (Litpers), pengaduan masyarakat dan pengawasan (Dumasanwas), pemeriksaan kesehatan dan narkoba, tes psikologi, hingga pemeriksaan kesehatan jiwa.
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dilalui, peserta memasuki sesi latihan kemampuan menembak.
Pada Rabu (12/8/2026), latihan menembak dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lapangan tembak Kompi Satbrimob Polda Jateng di berbagai wilayah.
Untuk memastikan standar latihan tetap seragam, Satbrimob Polda Jateng menerjunkan dua tim pelatih.
Tim pertama yang dipimpin Iptu Slamet menangani personel di rayon Banyumas, Pekalongan, dan Semarang. Sementara tim kedua yang dipimpin AKP Made Suweca memberikan pelatihan di rayon Kedu, Solo Raya, dan Pati.
Kedua tim dijadwalkan bergabung di lapangan tembak Kompi Brimob Pasadena, Kota Semarang, pada Sabtu (15/8/2026) untuk melanjutkan pelatihan bagi personel pemegang senjata api dinas dari berbagai satuan kerja Mapolda Jateng.
Dalam latihan, peserta menjalani sejumlah tahapan, mulai dari registrasi, pre-test tertulis, uji kemampuan menembak awal, penyegaran pengetahuan mengenai senjata, latihan menembak reaksi dalam berbagai posisi, hingga ujian kualifikasi menembak.
Setiap tahapan kemudian dievaluasi oleh tim pelatih sebagai bahan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan personel.
Kemampuan Harus Terus Diasah
Latif menekankan bahwa kemampuan menggunakan senjata api harus dipelihara melalui latihan yang konsisten. Personel tidak hanya dituntut terampil secara teknis, tetapi juga memahami batas kewenangan dalam penggunaan kekuatan.
“Senjata api adalah alat yang harus betul-betul kita kuasai. Bukan hanya kepandaian menggunakannya, tetapi kita harus memahami dan taat terhadap asas-asas penggunaannya,” ujarnya.
Menurut Latif, latihan yang dilakukan secara berkala akan membantu personel menjaga kesiapan sekaligus membangun kemampuan mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi situasi di lapangan.
“Kemampuan ini harus terus dilatih, karena yang terpenting adalah rekan-rekan mampu menguasai lapangan dan menguasai aturan,” tegasnya.
Melalui latihan tersebut, Polda Jawa Tengah memastikan personel pemegang senjata api dinas memiliki kemampuan yang terus terasah dan standar kompetensi yang terpelihara.
Bukan hanya soal kemampuan menembak, latihan ini menjadi bagian dari pembinaan agar setiap personel semakin siap menghadapi tugas, mampu mengendalikan diri, serta menjalankan kewenangan secara profesional dan bertanggung jawab.
