KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (13/8/2026).
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas berbagai inisiatif dan karya nyata TNI Angkatan Darat yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Apresiasi itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih hasil pembangunan jajaran TNI dan Polri, Kamis (13/8/2026).
Di hadapan jajaran TNI dan masyarakat, Prabowo secara khusus menyebut kiprah Maruli yang telah ia pantau sejak sebelum menjabat sebagai KSAD. Menurutnya, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bentuk pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada tugas kedinasan, tetapi juga menyentuh kebutuhan rakyat.
“Jenderal Maruli sebelum menjadi KSAD, sebelum menjabat jabatan yang tertinggi di Angkatan Darat, saya telah monitor saudara mengambil inisiatif-inisiatif yang baik,” ujar Prabowo.
Presiden menilai seorang perwira yang dipercaya menduduki posisi strategis harus mampu menunjukkan hasil kerja dan pengabdian yang nyata. Karena itu, Prabowo menyebut posisi yang kini diemban Maruli merupakan bagian dari perjalanan pengabdian yang telah dibangun sebelumnya.
“Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira pejabat tertinggi di Angkatan Darat, ya itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya,” kata Prabowo.
Pengabdian yang Menyentuh Rakyat
Salah satu kiprah yang mendapat perhatian Presiden adalah program TNI AD Manunggal Air. Program tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran TNI AD membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber air.
Bagi Prabowo, keterlibatan prajurit dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat merupakan wujud nyata kehadiran negara.
Karya TNI AD juga terlihat melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan yang menghubungkan masyarakat di berbagai daerah. Infrastruktur tersebut memiliki arti penting bagi aktivitas warga, terutama di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Prabowo menegaskan bahwa berbagai kerja nyata tersebut menunjukkan bahwa TNI bukan hanya hadir dalam konteks pertahanan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membantu masyarakat ketika menghadapi berbagai kesulitan.
Setiap Pengabdian Dicatat
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan pesan yang cukup kuat kepada para pejabat dan pemimpin. Ia mengatakan bahwa setiap kerja dan pengabdian yang dilakukan untuk rakyat pada akhirnya akan menjadi catatan.
“Walaupun mungkin saudara tidak merasa tapi semua perbuatan baik, semua pengabdian yang baik oleh pribadi, oleh pejabat, oleh pemimpin, itu sesungguhnya dimonitor, dipantau, dicatat, diingat oleh rakyat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir. Bagi seorang pemimpin, ukuran keberhasilan justru terlihat dari manfaat yang ditinggalkan dan dirasakan masyarakat.
Dalam konteks itu, apresiasi Prabowo terhadap Maruli menjadi penegasan atas pentingnya kepemimpinan yang mampu menerjemahkan tugas negara menjadi program yang konkret di lapangan.
Pertahanan Berjalan Bersama Pengabdian
Di bawah kepemimpinan Maruli, TNI AD tetap memiliki tugas utama memperkuat pertahanan darat dan kesiapsiagaan prajurit. Namun, tugas tersebut berjalan beriringan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran prajurit dalam pembangunan fasilitas air bersih, jembatan, serta berbagai kegiatan sosial menjadi salah satu bentuk kedekatan TNI dengan rakyat.
Bagi Maruli, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas prajurit. Karena itu, jajaran TNI AD terus didorong untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Apresiasi Presiden Prabowo menjadi dorongan bagi jajaran TNI AD untuk mempertahankan semangat tersebut. Sebab, di tengah tuntutan memperkuat pertahanan negara, prajurit juga dituntut tetap menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat.
Kiprah Maruli pun menunjukkan bahwa kepemimpinan di tubuh TNI AD tidak hanya diukur melalui kekuatan organisasi, tetapi juga dari seberapa jauh keberadaan prajurit mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan Prabowo pun jelas: karya dan pengabdian yang dilakukan untuk rakyat tidak akan hilang begitu saja. Semuanya dicatat, diingat, dan pada akhirnya menjadi bagian dari penilaian terhadap seorang pemimpin.
