Dok: Istimewa.
Jakarta – Meski memasuki musim kemarau, ketersediaan air Bendungan Karian yang terletak di Kabupaten Lebak masih aman dan dapat memenuhi kebutuhan air baku serta suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (D.I) Ciujung.
Mengenai dinamika tampungan air di Bendungan Karian yang mengalami penurunan elevasi muka air sehingga area daratan lama kembali terlihat, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3), Dedi Yudha Lesmana, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan kondisi yang wajar dan tidak mengindikasikan adanya gangguan terhadap fungsi Bendungan Karian sebagai penyedia air baku, layanan irigasi, serta pengendali banjir.
Debit total air yang rilis dari Bendungan Karian sebesar 24 m³/detik sebagai suplesi irigasi dari intake Bendungan Karian ke Bendung Gerak Pamarayan Baru guna melayani D.I Ciujung, sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah layanan masih dapat terpenuhi.
“Saat ini tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk,” ujar Dedi.
Adapun bangunan bekas permukiman di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak berada di hulu bendungan dengan elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak 16 kilometer dari As bendungan.
Sehingga meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan maupun bangunan yang telah dibebaskan memang masih akan tampak karena hanya tergenang sebagian.
Saat pembangunan Bendungan Karian, seluruh lahan pada area genangan telah dibebaskan sesuai ketentuan. Namun, proses konstruksi hanya melakukan clearing terhadap vegetasi, sedangkan tidak seluruh bangunan dilakukan pembongkaran (demolition). Oleh karena itu, ketika muka air waduk mengalami penurunan secara alami, sisa bangunan tersebut dapat kembali terlihat.
Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang, BBWS C3 terus menjaga ketersediaan air pada tampungan yang dikelola, baik bendungan maupun bendung agar tetap mampu memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw, bahwa seluruh unit kerja wajib mengoptimalkan pengelolaan tampungan air selama tiga bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan pasokan air hingga memasuki masa transisi menuju musim hujan.
BBWS C3 akan terus melakukan pemantauan kondisi hidrologi dan mengoperasikan Bendungan Karian sesuai pola operasi waduk yang telah ditetapkan. Di tengah prediksi puncak musim kemarau pada Agustus mendatang, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena tampungan Bendungan Karian masih memadai untuk menjaga keberlanjutan pasokan air baku dan layanan irigasi sepanjang tahun.
