Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BNPB. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan BNPB sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks.
Pelantikan berlangsung di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin (29/6), dan dihadiri jajaran pejabat struktural BNPB. Tiga pejabat yang dilantik yakni Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P.
sebagai Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat, S.Sos., M.M. sebagai Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan, serta Kombes Pol Deden Nurhidayatullah, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Inspektur III.
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala BNPB Nomor 177 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BNPB.
Dalam sambutannya, Suharyanto menegaskan bahwa perubahan dalam organisasi merupakan bagian dari proses adaptasi untuk menjawab tantangan penanggulangan bencana yang terus berkembang.
“Suatu organisasi suatu saat pasti akan berubah. Untuk BNPB yang lebih baik dan maju, kita harus beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, penguatan struktur organisasi diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta pengawasan internal sehingga pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana semakin optimal.
Ia juga berharap ketiga pejabat yang baru dilantik dapat menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas BNPB sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di Indonesia.
“Kepada Pak Deden, Pak Arif, dan Pak Johan, selamat atas pelantikannya. Tunjukkan kepada lembaga ini kehadiran Anda dapat membuat organisasi ini menjadi lebih baik,” tutup Suharyanto.
