Jakarta – Suasana duka menyelimuti insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, Senin (27/4) malam. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf sekaligus duka mendalam atas kejadian tersebut, di tengah proses evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan operasional yang masih berlangsung.
Di tengah insiden yang berdampak pada perjalanan kereta api tersebut, KAI memastikan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, penanganan terhadap penumpang KRL yang terdampak masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan KAI, terdapat empat penumpang KRL meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sementara 38 penumpang lainnya telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Pada rilis awal yang disampaikan sekitar pukul 21.57 WIB, KAI menegaskan seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi dengan prioritas utama keselamatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas insiden yang terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne dalam keterangan resminya.
Seiring perkembangan situasi di lapangan, KAI kemudian memperbarui informasi dan menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa, sembari menegaskan penanganan korban menjadi prioritas utama perusahaan bersama unsur gabungan.
Dalam proses penanganan, KAI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dan tim medis yang bergerak cepat melakukan evakuasi, pertolongan, serta memastikan seluruh korban memperoleh bantuan dan penanganan secepat mungkin.
“Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik,” kata Anne.
Selain penanganan korban, KAI juga melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL sesuai kondisi jalur agar layanan kepada pelanggan dapat dipulihkan secara bertahap.
Sebagai bagian dari pelayanan lanjutan, KAI menyiapkan bus bagi penumpang KA Argo Bromo Anggrek untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir.
Dampak insiden juga berimbas pada operasional kereta jarak jauh. Untuk mendukung proses penanganan di lokasi dan menjamin keselamatan perjalanan, seluruh keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen untuk sementara dihentikan.
KAI turut mengumumkan pembatalan sejumlah perjalanan pada 27 dan 28 April 2026, di antaranya KA Gunungjati, Parahyangan, Argo Muria, Purwojaya, Madiun Jaya, hingga Argo Sindoro.
Menurut KAI, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan darurat sekaligus pemulihan operasional secara bertahap pascainsiden.
Perusahaan juga membuka layanan informasi bagi pelanggan dan keluarga melalui WhatsApp 0811-2223-3121 serta Call Center 121 untuk memperoleh perkembangan informasi lebih lanjut.
Insiden di Bekasi Timur ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan transportasi rel di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Di tengah suasana duka, KAI menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban, pendampingan bagi keluarga terdampak, serta pemulihan layanan secara aman dan bertahap.
