Dok: Istimewa.
Jakarta – Penguatan ekosistem halal nasional memasuki babak baru. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal bersama Lembaga Penjamin Simpanan memperkuat kolaborasi dalam pemutakhiran laboratorium halal guna menjawab tantangan global.
Pertemuan antara Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah strategis penguatan infrastruktur halal di Indonesia.
Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa keberadaan laboratorium yang mutakhir menjadi tulang punggung dalam menjamin keabsahan status halal suatu produk.
“Laboratorium menentukan kualitas keputusan. Semakin tinggi kapasitasnya, semakin kuat pula kepercayaan terhadap sistem halal kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah dinamika industri yang semakin kompleks, kemampuan pengujian berbasis sains menjadi aspek yang tidak bisa ditawar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap keputusan terkait kehalalan produk benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, laboratorium juga berperan penting dalam menyelesaikan potensi perbedaan hasil pengujian yang kerap terjadi dalam praktik di lapangan.
Sementara itu, Anggito Abimanyu menilai bahwa penguatan sistem halal Indonesia harus diarahkan pada standar internasional agar mampu bersaing di tingkat global.
“Laboratorium BPJPH harus memiliki kualitas di atas yang lain. Ini bukan sekadar laboratorium biasa, tetapi pusat rujukan utama dalam pengujian halal,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa LPS siap mendukung penguatan tersebut melalui koordinasi lintas sektor, sehingga pengembangan laboratorium halal dapat berjalan lebih terintegrasi.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah terus serius membangun sistem jaminan produk halal yang tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga diakui secara global.
Dengan sinergi yang terbangun, BPJPH dan LPS optimistis mampu menghadirkan laboratorium halal yang modern, presisi, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
