Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga, Bagas Agung Wibowo. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya dalam menghadapi tantangan era digital. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), kementerian ini membekali para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan kemampuan komunikasi publik yang mumpuni.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar ATR/BPN dalam memastikan setiap aparatur tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga mampu menjadi representasi institusi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara tepat dan terpercaya.
Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga, Bagas Agung Wibowo, menegaskan bahwa peran komunikasi kini menjadi aspek krusial dalam mendukung keberhasilan program kementerian.
โSetiap ASN, khususnya di lingkungan ATR/BPN adalah humas. Strategi komunikasi sangat penting agar setiap informasi yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterima masyarakat,โ ujarnya dalam kegiatan Latsar CPNS Gelombang 4 Tahun Anggaran 2025, Jumat (10/04/2026).
Menurutnya, komunikasi publik tidak berhenti pada penyampaian informasi semata, melainkan harus mampu membangun pemahaman dan mendorong partisipasi masyarakat. Hal ini dinilai sangat menentukan keberhasilan berbagai program strategis ATR/BPN di bidang pertanahan dan tata ruang.
Dalam konteks digital, tantangan semakin kompleks dengan derasnya arus informasi dan maraknya hoaks. Oleh karena itu, ASN ATR/BPN juga dituntut untuk mampu meluruskan informasi yang keliru sekaligus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Pelatihan ini diikuti oleh 326 CPNS dari berbagai unit kerja ATR/BPN di seluruh Indonesia. Dengan pembekalan ini, diharapkan lahir ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga komunikatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
