Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung dan berdialog dengan warga terdampak di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto memastikan penanganan pascabencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berjalan optimal dan terkoordinasi.
Penegasan itu disampaikan saat dirinya turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus berdialog dengan warga di pos pengungsian Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Rabu (19/2).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam memastikan proses tanggap darurat hingga pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran. Suharyanto menegaskan, kehadirannya merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera dipenuhi, terlebih di tengah bulan suci Ramadan.
“Penanganan harus tetap maksimal. Kebutuhan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, sanitasi, hingga kenyamanan tempat tinggal sementara harus terpenuhi,” tegasnya di hadapan warga.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto memastikan pembangunan hunian sementara (huntara) menjadi prioritas utama. BNPB menargetkan pembangunan 900 unit huntara bagi warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah. Saat ini, lahan untuk 500 unit telah disiapkan dan proses percepatan tengah dilakukan bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, huntara tidak sekadar tempat berteduh, tetapi harus memenuhi standar kelayakan dan keamanan agar warga bisa menjalani aktivitas secara normal sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
Selain itu, Suharyanto juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembangunan huntap sebagai solusi jangka panjang. Warga diberikan pilihan lokasi secara terpusat maupun mandiri, selama berada di zona aman dan sesuai kajian teknis kebencanaan.
“Yang paling penting lokasinya aman dan terbebas dari risiko bencana. Itu prinsip utama,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, BNPB juga menyerahkan bantuan permakanan dan peralatan untuk mendukung operasional penanganan darurat. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan dan keberlanjutan hidup warga terdampak.
