Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap I bagi penyintas bencana hidrometeorologi tersalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
Penyaluran bantuan yang berlangsung serentak di 20 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Jumat (13/2) tersebut mencakup total anggaran sekitar Rp369,5 miliar untuk 17.254 kepala keluarga.
Dari Lhokseumawe, Aceh, Suharyanto memimpin langsung penyerahan simbolis kepada penerima manfaat. Ia menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar transfer anggaran, tetapi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Alhamdulillah, hari ini telah kita lakukan penyerahan dana perbaikan rumah rusak kepada bapak-ibu sekalian yang menerima haknya. Ini wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus mendampingi hingga kehidupan kembali pulih lebih baik,” ujar Suharyanto.
Ia merinci, bantuan diberikan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang. Kepala BNPB memastikan bahwa penggunaan dana akan diawasi agar sesuai dengan peruntukannya.
“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah rusak ringan dan sedang. Tidak boleh dipakai untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan pemulihan hunian menjadi prioritas karena rumah merupakan fondasi utama pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
