Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa halal harus ditempatkan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sekadar kewajiban regulasi atau aspek keagamaan semata.
Hal tersebut disampaikan Haikal dalam Talkshow Kawasan Industri Halal Tahun 2026 bertajuk “Akselerasi Kawasan Industri Halal, Mewujudkan Lampung sebagai Pusat Produksi Halal Berkualitas” di Gedung Pusiban, Bandar Lampung, Jumat (30/1/2026).
Sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Babe Haikal sapaan akrab Ahmad Haikal Hasan mendorong Provinsi Lampung untuk memanfaatkan potensi halalnya secara optimal agar mampu bertransformasi menjadi produsen halal bernilai tambah tinggi yang terhubung langsung dengan rantai pasok halal global.
Menurut Kepala BPJPH, Lampung memiliki posisi strategis karena kekuatan sektor hulunya, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan. Potensi tersebut, jika dikelola melalui ekosistem industri halal yang terintegrasi, diyakini mampu mengangkat daerah dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pusat produksi halal berkualitas.
“Halal itu growth economic engine. Kalau kita kelola serius, halal bisa jadi sumber kekuatan ekonomi nasional,” tegas Babe Haikal.
Ia menambahkan, Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pasar halal terbesar tanpa memiliki kekuatan produksi yang sepadan. Transformasi ini, menurutnya, membutuhkan keberanian melakukan terobosan serta kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.
