Kepala BNPB dampingi Menko PMK dan Mendagri dalam simbolis peresmian Hunian Sementara yang terletak di Lapangan SDN 05 Kayu Pasa, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto kembali menegaskan peran negara dalam memastikan pemulihan korban bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Hal itu terlihat saat ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meresmikan hunian sementara (huntara) di Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (24/1).
Peresmian huntara dilakukan serentak di empat kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan. Lokasi utama dipusatkan di Huntara Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, sementara tiga kabupaten lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari lokasi masing-masing.
Suharyanto menegaskan, pembangunan hunian sementara merupakan langkah krusial dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan. Menurutnya, huntara menjadi jaminan awal agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama hidup dalam ketidakpastian pascabencana.
“Hunian sementara ini adalah solusi awal agar warga memiliki tempat tinggal yang aman dan layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap. BNPB memastikan seluruh proses berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan data di lapangan,” ujar Suharyanto.
Tercatat sebanyak 4.742 rumah mengalami rusak berat di Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah membangun 273 unit huntara yang tersebar di empat kabupaten. Selain itu, BNPB juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai bentuk dukungan ekonomi bagi warga terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB bersama Menko PMK dan Mendagri menyerahkan secara simbolis kunci huntara serta DTH kepada perwakilan penerima manfaat. Pemerintah berharap langkah ini dapat memberikan rasa aman sekaligus mempercepat bangkitnya kehidupan masyarakat pascabencana.
