Komisaris Utama Bank Jakarta Anang Basuki. Dok.Istimewa
Jakarta – Bank Jakarta terus memperkuat fondasi hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan dengan mendukung penuh pelaksanaan Union Development Program (UDP) yang digagas Serikat Karyawan Bank Jakarta (Sekawan).
Program tersebut dibuka melalui kegiatan Sekawan Talk with Board of Directors (BOD) dan Board of Commissioners (BOC), Senin (15/12).
Kegiatan bertema “Memahami Hubungan Industrial yang Ideal serta Hubungan Perusahaan dan Karyawan” ini menjadi ruang dialog terbuka antara manajemen Bank Jakarta dan serikat pekerja.
Forum tersebut menegaskan komitmen Bank Jakarta dalam membangun komunikasi yang transparan, kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan karyawan.
Ketua Sekawan Reksa Ardiansyah menyampaikan bahwa Union Development Program merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme serikat pekerja agar mampu berperan sebagai mitra dialog yang konstruktif bagi manajemen.
“Melalui UDP, kami ingin memperkuat peran serikat sebagai mitra strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan,” ujar Reksa.
Manajemen Bank Jakarta menyambut positif inisiatif tersebut. Direktur Keuangan Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana, menilai dialog yang berkelanjutan antara manajemen dan serikat pekerja merupakan elemen penting dalam menjaga keselarasan kepentingan perusahaan dan karyawan.
“Keterbukaan komunikasi menjadi kunci agar hubungan industrial tetap sehat dan mendukung kinerja perusahaan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Komisaris Utama Bank Jakarta, Anang Basuki. Ia menegaskan bahwa dialog antara direksi, komisaris, dan karyawan merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
“Seluruh elemen Bank Jakarta memiliki tujuan yang sama, yaitu mendorong kemajuan perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan karyawan,” kata Anang.
Dalam sesi diskusi panel bertema “Setiap Kita adalah Penggerak dalam Transformasi”, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, forum ini memberi kesempatan bagi serikat pekerja untuk memahami secara langsung arah kebijakan dan agenda strategis Bank Jakarta, termasuk roadmap transformasi perusahaan lima tahun ke depan.
“Transformasi harus berjalan secara berkelanjutan agar Bank Jakarta tetap adaptif dan memiliki daya saing di tengah perubahan teknologi, regulasi, dan dinamika pasar,” tegas Agus.
Selain diskusi panel, kegiatan UDP juga diisi dengan workshop yang melibatkan jajaran BOD dan BOC Bank Jakarta, pengurus Sekawan, serta perwakilan karyawan.
Agenda tersebut mencakup penguatan internal serikat pekerja dan pembahasan peran strategis Sekawan dalam mendukung transformasi hubungan industrial di lingkungan Bank Jakarta.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, Sekawan menghadirkan praktisi hukum ketenagakerjaan Masykur Isnan. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan karyawan, yang dibangun melalui Union Development Program, merupakan fondasi utama terciptanya hubungan industrial yang sehat, adil, dan berkelanjutan.
