Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat Luncurkan Kampanye Nasional “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia. Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana terus menunjukkan capaian signifikan sepanjang 2024-2025.
Sejak dilantik pada 19 Agustus 2024, Dadan memimpin percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kesehatan gizi masyarakat.
Baca juga: Pulihkan Objek Vital, PLN Terbangkan Genset untuk Listriki RSUD Datu Beru Takengon
Hingga akhir Oktober 2025, BGN mencatat program MBG telah menjangkau sekitar 38,5 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Layanan ini disokong oleh 13.514 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di 38 provinsi.
Tak hanya memperluas jangkauan, BGN juga menargetkan MBG mampu mencapai 82,9 juta penerima hingga akhir 2025. Upaya ini didukung realisasi anggaran pemerintah yang telah mencapai Rp 43,4 triliun, menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pemenuhan gizi nasional.
Dalam implementasinya, program MBG telah memproduksi lebih dari 1,8 miliar porsi makanan bagi masyarakat. Skala besar ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa pemenuhan gizi harian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui pelibatan UMKM pangan, petani, hingga pelaku distribusi makanan di daerah.
Baca juga: Infrastruktur SPPG Tridadi 3 Diakui Paling Higienis
Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa MBG tidak semata tentang pemberian makanan siap santap, tetapi juga membangun ekosistem sehat antara pangan, ekonomi, dan pendidikan.
“Intervensi gizi harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan edukasi masyarakat. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas generasi Indonesia,” ujarnya.
Sejalan dengan perluasan program, BGN juga melakukan penguatan di sisi keamanan pangan. Berbagai pelatihan penjamah makanan, sertifikasi dapur (SLHS), dan implementasi standar keamanan seperti HACCP terus didorong agar pelayanan gizi berlangsung aman dan higienis.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan MBG dapat berjalan optimal di semua wilayah, termasuk daerah 3T.
Meski menghadapi tantangan lapangan, BGN tetap menunjukkan progres kuat dengan skala program yang terus meluas dan penguatan sistem secara bertahap.
Baca juga: Kepala BNPB Terjun Langsung ke Aceh Tamiang, Pastikan Bantuan Sampai Hingga ke Masyarakat
Upaya perbaikan ini diharapkan dapat mempercepat tujuan jangka panjang: peningkatan kualitas gizi masyarakat, pengurangan risiko malnutrisi, serta pembentukan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Dengan capaian yang telah diraih sepanjang 2025, program MBG diproyeksikan menjadi pilar penting memperkuat ketahanan gizi nasional dan menjadi fondasi kesehatan masa depan Indonesia.
