Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hadir langsung untuk melepas bantuan kemanusiaan. Dok: Istimewa,
Jakarta – Minggu siang di Lanud Halim Perdanakusuma terasa lebih sibuk dari biasanya. Di tengah hanggar yang terbuka, deretan kardus dan karung bantuan disusun rapi, sementara para petugas TNI AU dan staf DPR RI memastikan semua paket siap diberangkatkan menuju kawasan-kawasan terdampak banjir dan longsor di Sumatra.
Di sana, ratusan ribu warga masih berjuang memulihkan diri dari bencana yang menerjang berhari-hari sebelumnya.
Baca juga: Gubernur NTT Melki Laka Lena Dorong NTT Jadi Pusat Energi Bersih Indonesia
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad hadir langsung untuk melepas bantuan kemanusiaan tersebut. Dengan suara tegas, ia menyampaikan bahwa rombongan pertama akan terbang menuju Tapanuli Tengah sebelum melanjutkan pengiriman ke Padang dan Aceh.
“Kita berharap bantuan ini bisa segera diterima saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Sumatra,” kata Dasco. Ia juga menyerahkan tanggung jawab pengantaran bantuan kepada Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, yang akan memimpin tim hingga tiba di titik pendistribusian.
Bantuan yang dimuat ke dalam kargo pesawat berisi kebutuhan dasar yang dibutuhkan para penyintas bencana: sarung, pembalut, selimut, makanan instan, hingga biskuit untuk anak dan keluarga.
Seluruh logistik itu dikemas untuk memenuhi kebutuhan darurat warga yang masih bertahan di hunian sementara maupun lokasi yang aksesnya terbatas.
Keberangkatan pesawat sore itu bukan terjadi dalam ruang hampa. Di Sumatra, kondisi terkini menunjukkan betapa beratnya dampak bencana. BNPB melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, melaporkan angka korban yang terus meningkat.
Baca juga: Aksi Kemanusiaan Baharkam Polri, Bantuan untuk Aceh, Sumbar, dan Sumut Diterbangkan
Dalam wawancaranya di KompasTV, Aam menyebut total korban jiwa mencapai lebih dari 300 orang di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Rinciannya, Aceh mencatat 47 korban meninggal, sementara Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 166 korban jiwa dan lebih dari seratus warga yang masih hilang.
Kondisi Sumatera Barat juga memprihatinkan, terutama setelah banjir bandang atau “galodo” bagi warga setempat melanda kawasan kaki Gunung Singgalang di Kabupaten Agam.
Di wilayah ini, 74 warga dinyatakan meninggal dan 78 lainnya masih dicari. Jika digabungkan dengan kejadian sebelumnya di Padang dan Padang Pariaman, total korban meninggal di Sumbar mencapai 90 orang.
Selain itu, hampir 50 ribu warga harus mengungsi untuk mencari tempat yang lebih aman. Sebagian di antaranya tinggal di pos-pos pengungsian resmi, sementara sisanya menumpang di rumah kerabat atau mengungsi secara mandiri.
Baca juga: ATR/BPN Bahas Tiga RDTR dalam Rakor Lintas Sektor di Jakarta
Dalam situasi seperti ini, kehadiran bantuan dari berbagai lembaga termasuk DPR RI menjadi penting untuk meringankan kebutuhan warga yang baru saja kehilangan rumah, akses pangan, maupun mata pencaharian.
Dari Halim Perdanakusuma, upaya kemanusiaan itu kembali bergerak, satu penerbangan demi penerbangan, menuju daerah-daerah yang masih membutuhkan uluran tangan.
