Jakarta – Krisis Manchester United kian dalam. Bertandang ke markas Como 1907 pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat, Setan Merah dipermalukan tuan rumah dengan skor 1-4 di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Kekalahan telak tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi tujuh pertandingan beruntun di semua kompetisi, dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan. Di bawah asuhan Michael Carrick, United kembali gagal menemukan konsistensi, sementara Como tampil efektif memanfaatkan celah di pertahanan tim tamu.
Nico Paz menjadi sosok paling menentukan dalam kemenangan tim besutan Cesc Fabregas. Gelandang serang asal Argentina itu mencetak dua gol sekaligus menyumbang assist untuk gol Anastasios Douvikas.
Nico Paz Pimpin Dominasi Como
Como langsung memberi tekanan sejak awal pertandingan. Laga baru berjalan dua menit ketika Nico Paz membuka keunggulan lewat tembakan dari luar kotak penalti yang gagal dibendung kiper Manchester United.
United berupaya merespons, tetapi kesulitan mengimbangi permainan tuan rumah. Como tampil lebih terorganisasi dalam penguasaan bola dan mampu memanfaatkan ruang yang terbuka di lini pertahanan lawan.
Tekanan tersebut berbuah gol kedua pada menit ke-49. Menerima umpan Paz, Anastasios Douvikas melepaskan tembakan keras yang membawa Como unggul 2-0.
Delapan menit berselang, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia menerobos ke area penalti dan mengarahkan bola ke sudut jauh gawang, membuat United tertinggal 0-3.
Petaka bagi tim tamu berlanjut pada menit ke-76. Bek Jacobo Ramón menyambut umpan silang Kaiki Bruno dengan sundulan jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 4-0.
Manchester United baru mencetak gol pada masa tambahan waktu. Joshua Zirkzee memanfaatkan umpan Amad Diallo pada menit ke-90+1 untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4. Gol itu hanya menjadi hiburan di tengah malam yang mengecewakan bagi tim asal Inggris tersebut.
Bruno Fernandes Soroti Pendekatan Taktik
Kekalahan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pendekatan permainan Manchester United. Kapten Bruno Fernandes secara terbuka menyoroti keputusan tim pelatih untuk tidak menerapkan tekanan satu lawan satu secara konsisten.
Menurut Fernandes, Como mendapat terlalu banyak ruang untuk mengembangkan permainan. Situasi itu membuat tuan rumah semakin percaya diri dan menyulitkan United merebut kendali pertandingan.
“Ini keputusan staf untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu dan terkadang membiarkan ruang di belakang,” ujar Fernandes dalam wawancara seusai pertandingan, seperti dilaporkan sejumlah media olahraga internasional.
Ia menilai United perlu lebih berani menekan lawan dan mengambil risiko untuk mengganggu aliran bola Como. Fernandes juga mengakui bahwa kebobolan terlalu cepat membuat tim kesulitan bangkit.
Pernyataan tersebut menambah tekanan terhadap Carrick. Namun, sang pelatih mengambil tanggung jawab atas penampilan timnya dan menyebut performa United tidak dapat diterima. Ia juga meminta maaf kepada para pendukung yang datang ke Italia.
Tekanan terhadap Carrick Meningkat
Rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan memperlihatkan besarnya pekerjaan rumah Manchester United. Kekalahan di Como bukan sekadar kehilangan poin di Liga Champions, tetapi juga memperpanjang periode sulit yang tengah dihadapi tim di berbagai kompetisi.
Como, sebaliknya, meraih kemenangan penting dalam penampilan Liga Champions perdana mereka. Efektivitas serangan dan keberanian menguasai permainan menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.
Manchester United kini harus segera mengevaluasi performa dan pendekatan taktiknya sebelum menjalani pertandingan berikutnya. Dengan tekanan yang semakin besar, respons Carrick dan para pemain akan menjadi perhatian ketika Setan Merah berusaha menghentikan rentetan hasil buruk mereka.
