Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dok: Istimewa.
Jakarta – Hampir satu tahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menunjukkan gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada penguatan layanan publik, pemerataan akses pendidikan, serta pembangunan kota berkelanjutan.
Mantan Sekretaris Kabinet ini resmi dilantik pada 20 Februari 2025 dan kini memasuki fase awal konsolidasi pemerintahan Ibu Kota. Berbekal pengalaman panjang di pemerintahan dan legislatif, Pramono mengawali masa jabatannya dengan langkah strategis di sektor birokrasi.
Salah satu kebijakan awal yang menonjol adalah reformasi besar-besaran struktur aparatur sipil negara, dengan melantik ribuan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat kinerja birokrasi agar lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Di bidang pendidikan, pemerintahan Pramono juga mencatatkan sejumlah capaian. Program bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu diperluas, termasuk penguatan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) serta kebijakan pemutihan ijazah bagi siswa yang terkendala biaya.
Atas komitmennya dalam membuka akses pendidikan yang lebih setara, Pramono menerima penghargaan Tokoh Kesetaraan Akses Pendidikan Masyarakat Perkotaan pada 2025.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga memperbanyak program pendukung bagi pelajar, seperti try out masuk perguruan tinggi negeri, yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing siswa Jakarta di tingkat nasional.
Dalam aspek pembangunan kota dan lingkungan, Pramono mendorong konsep Jakarta yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sejumlah kebijakan diarahkan pada penambahan ruang terbuka hijau, pengelolaan sanitasi ramah lingkungan, hingga penguatan ekonomi biru di kawasan pesisir. Program konservasi mangrove dan pengolahan limbah berbasis komunitas menjadi bagian dari agenda besar pembangunan berwawasan lingkungan.
Sementara itu, di sektor perumahan, pemerintahannya menargetkan pembangunan dan revitalisasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) guna menjawab kebutuhan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini diposisikan sebagai solusi jangka menengah atas persoalan backlog perumahan di Jakarta.
Perhatian terhadap pembinaan olahraga juga menjadi salah satu fokus. Pemprov DKI memberikan apresiasi berupa bonus kepada atlet pelajar dan pelatih berprestasi di berbagai ajang nasional dan internasional. Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi atlet sekaligus peningkatan prestasi olahraga Jakarta.
Di tingkat global, Pramono turut membawa Jakarta ke forum internasional dengan memaparkan capaian dan komitmen kota dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Upaya ini memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang aktif dalam isu pembangunan berkelanjutan.
Dengan masa jabatan yang masih panjang hingga 2030, Pramono Anung dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga konsistensi kebijakan dan menjawab persoalan klasik Jakarta, mulai dari kemacetan, banjir, hingga ketimpangan sosial. Namun, dengan rekam jejak panjang di pemerintahan, arah kepemimpinannya sejauh ini menunjukkan fokus pada pembenahan sistem dan pemerataan manfaat pembangunan.
