Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. menyerahkan secara simbolis 252 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. menyerahkan secara simbolis 252 unit hunian sementara (huntara) kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Sabtu (15/2).
Penyerahan berlangsung hangat dan penuh haru. Warga yang selama ini tinggal di pengungsian dan tenda darurat akhirnya bisa menempati hunian yang lebih layak menjelang Ramadan.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga tak kuasa menahan haru. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi BNPB sejak masa tanggap darurat hingga memasuki transisi pemulihan.
“Alhamdulillah, luar biasa dukungan BNPB sejak awal bencana. Atas arahan Presiden melalui Kepala BNPB, warga kami bisa menempati hunian layak sebelum Ramadan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sebanyak 252 huntara tersebut tersebar di tiga kampung, yakni Kampung Serempah, Kampung Bintang Pepara, dan Kampung Burlah. Huntara tipe komunal itu dilengkapi fasilitas sumur bor air bersih, sanitasi, sistem pembuangan limbah, serta jaringan listrik gratis.
Tak hanya bangunan, BNPB juga memastikan kebutuhan dasar terpenuhi. Alas lantai, tikar, karpet, kasur, bantal, guling hingga selimut disiapkan. Sementara untuk perabot rumah tangga, Kementerian Sosial akan memberikan dukungan senilai Rp3 juta per unit.
“Tidak hanya bangunan, kebutuhan dasar juga kami siapkan. Untuk perabotan, ada dukungan tiga juta rupiah per unit,” tegas Suharyanto.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat memastikan masyarakat terdampak segera bangkit dengan kondisi hunian yang aman dan manusiawi.
