Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki menjadi prioritas pemerintah.
Kepastian itu disampaikan saat berdialog langsung dengan warga Hunian Sementara (Huntara) di Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Jumat (17/7).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat mempercepat pemulihan jangka panjang pascabencana. Dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, Suharyanto mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, serta kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih menempati huntara.
Berbagai persoalan yang disampaikan warga mendapat respons langsung dari pemerintah pusat dan daerah. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah harapan masyarakat agar proses perpindahan dari Huntara menuju Huntap dapat segera direalisasikan.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, pemerintah daerah telah menetapkan tiga titik relokasi sebagai lokasi pembangunan Huntap. Selain itu, pemerintah juga menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur permukiman, termasuk usulan penambahan 238 unit Huntap mandiri yang akan dibangun di atas tanah milik warga.
Program Huntap mandiri tersebut merupakan pengembangan dari tahap awal yang diperuntukkan bagi 12 kepala keluarga (KK). Hingga saat ini, sebanyak 11 unit rumah telah selesai dibangun, sementara satu unit lainnya segera dikerjakan setelah persoalan administrasi lahan berhasil diselesaikan.
Keberhasilan tahap awal itu mendorong masyarakat mengusulkan pembangunan tambahan 238 unit Huntap mandiri. Pembangunan rumah-rumah tersebut akan dilaksanakan secara bersamaan dengan pembangunan kawasan Huntap utama yang dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Kami mengapresiasi solusi partisipatif dari pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Pembangunan 238 unit Huntap mandiri ini akan segera dibangun. Semoga berjalan bersamaan dengan pembangunan Huntap dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sehingga proses pemulihan warga terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dapat selesai lebih cepat dan efektif,” ujar Suharyanto.
Selain berdialog dengan masyarakat, Kepala BNPB juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang tinggal di Huntara Desa Konga dengan membagikan bingkisan secara langsung sebagai bentuk dukungan moril bagi keluarga penyintas.
Pada hari yang sama, Suharyanto melanjutkan peninjauan ke Pos Pemantauan Gunungapi Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Titehena, guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik secara langsung.
Ia mengingatkan bahwa aktivitas erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan petugas pos pemantauan, pada hari itu terjadi erupsi dengan tinggi kolom sekitar 800 meter dari kawah.
“Erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki hingga saat ini masih berlangsung. Berdasarkan laporan dari Pos Pemantauan Gunungapi, hari ini sempat terjadi erupsi dengan tinggi sekitar 800 meter dari kawah. Karena itu, masyarakat dilarang mendekati kawasan gunung dalam radius 6 hingga 7 kilometer,” tegas Suharyanto.
Melalui kunjungan tersebut, BNPB menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Flores Timur dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dapat ditangani secara cepat, terukur, dan berkelanjutan.
