Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang jujur, profesional, dan berorientasi pada hasil nyata.
Ia menekankan, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT wajib menyajikan data yang akurat dan tidak manipulatif dalam setiap perencanaan maupun pelaksanaan program.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena saat memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (19/1/2026) pagi.
Apel tersebut dihadiri Plh Sekda Provinsi NTT Flouri Rita Wuisan, staf ahli gubernur, para asisten sekda, serta seluruh pimpinan perangkat daerah.
Dalam arahannya, Gubernur Melki mengingatkan agar seluruh ASN meninggalkan praktik penyajian data yang hanya berorientasi pada kepentingan administratif atau sekadar menyenangkan pimpinan.
“Jangan menyajikan data karena asal bapak senang. Data harus apa adanya. Program yang kita jalankan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Melki di hadapan peserta apel.
Gubernur Melki juga meminta seluruh perangkat daerah segera menuntaskan evaluasi program dan kinerja tahun 2025 pada Januari ini. Menurutnya, evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar perencanaan program tahun 2026 lebih fokus, terukur, tepat sasaran, serta mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mencontohkan sektor pendidikan sebagai bidang strategis yang harus menghadirkan perubahan konkret. Program pendidikan, kata Melki, tidak boleh berhenti pada laporan serapan anggaran, tetapi harus berdampak pada peningkatan kualitas guru, mutu lulusan, serta penurunan angka putus sekolah di NTT.
Di sektor pertanian, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas capaian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang berhasil meraih penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025 di tingkat nasional. Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti bahwa perencanaan yang matang, inovasi berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor mampu mengubah tantangan menjadi peluang.
“Selama ini NTT dikenal sebagai daerah kering. Tapi dengan inovasi dan perencanaan yang tepat, kita justru bisa mengembangkan pertanian berkelanjutan di wilayah semi-kering. Ini bukti nyata bahwa program yang dirancang dengan baik berdampak langsung bagi rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, Gubernur Melki secara tegas menyoroti penanganan stunting. Ia menilai besarnya anggaran yang dialokasikan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil di lapangan. Ia mengingatkan agar anggaran kesehatan tidak habis untuk kegiatan administratif dan rapat, tetapi difokuskan pada intervensi langsung kepada masyarakat.
“Anggaran stunting besar, tapi dampaknya belum maksimal. Kurangi rapat, perbanyak aksi di lapangan,” tandasnya.
Tak kalah penting, Gubernur Melki juga menekankan soal disiplin ASN. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik manipulasi absensi, termasuk titip absen maupun rekayasa sistem sidik jari. Ia meminta Inspektorat Provinsi NTT bertindak tegas terhadap perangkat daerah yang terbukti melanggar.
“Tidak ada toleransi soal disiplin ASN. Data kehadiran harus sesuai kondisi riil. Ini akan menjadi perhatian serius kami ke depan,” pungkas Gubernur Melki.
Dengan penegasan tersebut, Gubernur Melki berharap seluruh jajaran Pemprov NTT mampu bekerja secara profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
